I Need a Time Machine (Part 1-4 END)

Tittle: I Need a Time Machine

Chapter: 1 – 4

Cast: Tiffany & Girls Generation

Genre: Fantasi & Romance

Rating: PG 15

Author : Me à Nisa Utari / Park Hye Na / Autumn

Jika waktu dapat kembali, akankah waktu dapat merubah keadaan ini? Keadaan dimana kita terpisah oleh ruang dan waktu.

 

Aku ingin waktu kembali ,kata kata itulah yang sudah ribuan kali ada di benak gadis itu. Gadis yang merengkuh dan memeluk lututnya sendiri, disebuah ruang yang sepi, gelap dan tak seorangpun yang dapat memasukinya.

Dia terlahir sebagai gadis yatim piatu, hidup sendiri. Namun, itu tak menyulitkannya. Dibalik semua kesunyian ini, dia adalah seorang gadis yang cukup terkenal.

Siapa yang tak kenal dengan Girls Generation, atau yang bernama Soo Nyuh Shi Dae? Ya, dia salah satu member Girl band tersebut.Hwang Mi Young, atau yang lebih dikenal dengan Tiffany.

Seseorang tiba tiba mengetuk pintu, menyadarkan semua pikiran gadis itu.“Tiffiana, mau berapa lama lagi kau mau didalam? Ini sudah hari ke-3. Keluarlah”

“Iya, Tiff. Kau sudah tidak keluar sejak kita ikut acara SM.Orchestra dan kejadian itu” seorang gadis lain menambahkan.

Gadis itu tak menghiraukannya, dia kemudian melihat ke atas lemari yang menjadi sandarannya. Jam, dia terhenti sejenak, berpikir. Lalu dia mengambilnya. Sudah 5 menit dia memikirkannya, dia bahkan berpikir dia sudah gila tentang hal ini.

Tapi, ini adalah satu satunya cara, agar dia dapat kembali ke waktu sebelum hal itu benar benar terjadi.

Gadis itu berdiri, mengambil mantelnya dan membuka pintu. Dilihatnya 8 gadis yang tersenyum padanya,”Tiff …”

Dia hanya diam, lalu berjalan menuju pintu keluar dorm-nya. “Tiff, kau mau kemana??!” teriak Soo Young.Namun gadis itu tetap melangkahkan kakinya.

___________a_u_t_u_m_n__________

“Apa kau gila??! Biarpun mesin ini sudah selesai seminggu yang lalu, Pemerintah bahkan belum memberikan izin untuk mencobanya, bahkan menggunakannya!!” teriak seorang pria paruh baya, yang tak lain adalah Pamannya sendiri.

“Ya, aku sudah gila!!! Apa hal itu belum cukup??! Bahkan aku rela, untuk menjadi kelinci percobaan kalian. Tolonglah aku, bawa aku kembali ke masa sebelum semua hal itu terjadi!!” teriaknya, air matanya kembali keluar, bahkan lebih banyak dari sebelumnya.

“Apa kau tahu, apa yang kau pertaruhkan sekarang? Hidupmu, kau tahu. Belum lagi resiko apa yang akan terjadi jika kau meninggalkan masa ini” pamannya menjelaskan.

“Aku tak peduli. Kumohon, bantu aku!”

“Beri paman waktu, memikirkannya. Juga waktu untuk meneliti lagi, apakah mesin ini berfungsi dengan baik atau tidak” .Dan kata kata itu membuat Tiffany mengangkat wajahnya, memastikan dia tak salah.

“Sekarang, kau istirahatlah. Perbaiki kondisi kesehatanmu” , “Terimakasih, paman (ahjussi)”

___________a_u_t_u_m_n__________

_Flashback_ : 111229 – SBS

Tiffany memandang foto di dompetnya, foto dia dan seorang pria .Pria itu adalah tunangannya, namun hanya sedikit orang yang mengetahuinya. Mereka sudah bersama sejak dia debut, sudah hampir 5 tahun.

Dia lalu memandang cincin di jari manisnya, aneh. Ada perasaan khawatir, sedih, dan lainnya. Dia merasakan suatu firasat yang tak enak, tapi dia mencoba menepisnya.

Selang beberapa saat, “Tiffany-ssi .Ayo, acaranya sudah mau dimulai” .Dia mengangguk, melepaskan cincinnya dan memasukkannya ke dalam tas.

Begitu juga dengan dompetnya, dibukanya lagi sebentar, melihat fotonya bersama tunangannya.Dia tersenyum, lalu meletakkannya ke dalam tas bersama barang – barangnya yang lain.

Di atas panggung, dia mencoba mencari-cari pria yang ditunggunya. Tapi tak ada.

Dia lalu memainkan flute dengan baik, tapi hatinya tidak. Hatinya semakin resah saat dia selesai memainkan bagiannya.

Dia lalu berjalan meninggalkan panggung, “Eonnie, kau mau kemana?” Tanya Seohyun setengah berbisik. “aku tak enak” jawabnya pelan.

Tiffany lalu kembali duduk di belakang panggung, mengambil ponselnya. Disaat yang hampir bersamaan, ada sebuah telepon masuk. “Hyun Woo!’ pekikya.

“Yeobseyo^^” jawabnya.

___________a_u_t_u_m_n__________

Didalam gereja, hanya tinggal seorang gadis lagi. Memeluk sebuah bingkai foto pria tampan sambil menangis. Ya, dia adalah Tiffany. Sekarang, tunangannya sudah tiada. Meningalkannya.

Kemarin, orang yang menelponnya itu bukan Hyun Woo. Melainkan orang yang berada di lokasi kejadian. Hyun Woo, saat ingin menyeberang ditabrak oleh mobil hitam yang pengemudinya sedang mabuk.

Satu jam kemudian, dia keluar dari gereja. Menuju dorm-nya, lalu masuk ke kamarnya yang gelap.

“Eonnie, buka pintunya. Aku tak bisa masuk” kata Seohyun di luar pintu.

“Sudahlah, Seo.Malam ini kau tidur di kamar-ku saja” kata manager. “Baiklah..”

_Flashback_ : End

___________a_u_t_u_m_n__________

“Kau sudah yakin dengan hal ini?” Tanya pamannya lagi. “Ya, aku yakin”

Pamannya memandang ke arah rekan rekannya.

“Semua siap?”

“Ne!”

“Kita mulai, Tiffany.Siapkan dirimu.”

Tiffany hanya mengangguk, menggenggam tangannya kuat-kuat dan..

Blush~

Dia seakan ditarik oleh sesuatu, menuju lubang hitam yang gelap. Kepalanya pusing, isi perutnya bahkan terasa ingin keluar. Goncangan di dalam mesin ini menyebabkan dia tersandar ke dinding.

“Berhenti!!”

Dia menenangkan dirinya sebentar. Memikirkan bahwa ini semua bukanlah mimpi.

Dibukanya pintu mesin itu, lalu melangkah keluar. Laboratorium paman, pikirnya.

Terdengar suara langkah menuju ruangan, “Tiff?? Kapan kau datang?? Bagaimana caranya kau …” , “tanggal, ini tanggal berapa paman??!”

“Tanggal, inikan tanggal 29 Desember. Hmm, bukannya kau harus ke SBS? SM.Orches…?” belum sempat pamannya menyelesaikan kata-katanya, dia sudah berlari pergi. “Tiff!!!” teriak pamannya. “Ada apa dengannya??”

___________a_u_t_u_m_n__________

Disini, sebentar lagi!! “Hyun Woo!!” tepat seberang, Hyun Woo melambaikan tangannya. Lalu berjalan menuju ke arah Tiffany. “Jangan ke sini!! Kumohon!!” teriak Tiffany. Tapi Hyun Woo tetap saja melangkahkan kakinya sambil tersenyum.

Tiffany menengok, melihat sebuah mobil hitam yang melaju kencang.Dia lalu berlari, menjangkau tangan Hyun Woo ke arahnya. Semoga sempat, kumohon!!!

Ditariknya Hyun Woo menuju ke pinggir, baru 3 langkah …

Brakk!!!~

Mereka berdua berpandangan, dan menengok ke belakang.

Kecelaakaan itu terjadi, dan menimpa seorang anak kecil yang tadinya berada di belakang Hyun Woo bersama ibunya.”Chagi, kau ….” Hyun Woo memandangnya.

“Aku menyelamatkanmu”

“Tapi, anak itu ….” ,Tiffany lalu memeluknya.

“Kumohon, jangan bahas ini lagi” dia menangis sebentar. “Kau, duluan saja ke SBS. Aku ada urusan sebentar, kutunggu kau disana” Tiffany lalu mengecup bibir Hyun Woo sebentar.

Lalu berjalan pergi. Menuju rumah pamannya, agar bisa kembali ke masanya.

Semoga saja, Hyun Woo tak jadi meninggal, pikirnya.

“Paman, buka pintunya”

“Oh, kau Tiff. Mau apa kau kema..”

Tiffany langsung menuju laboratorium pamannya, masuk kembali ke mesin waktu dan..

Blush~

Menghilang.

Diruang tengah, pamannya kembali duduk di depan televisi. “Ah, keponakanku..” gumamnya.

Sebentar kemudian, dia baru tersadar. “Kalau itu Tiffany, lalu siapa yang tadi masuk dan menuju laboratoriumku??”

Pria itu lalu bergegas menuju ruang sains nya.

“Apa ini?? Kenapa mesin ini terasa panas?? Kemana orang mirip Tiffany itu pergi??!”

___________a_u_t_u_m_n__________

Jika kau tahu apa yang kurasa, yang terjadi padaku ,juga hatiku.

Akankah kau memakluminya? Memaklumi semua yang kulakukan, hanya untuk bersamamu.

=====================================================

“Aku kembali” ,seberkas senyum menghiasi wajahnya .Wajah seorang gadis yang baru saja melewati ruang dan waktu. Tangan lembutnya membuka pintu mesin itu ,sesaat kemudian beberapa orang berpakaian jas berwarna putih menghampirinya .

“Bagaimana? Apa semuanya baik baik saja?” Tanya seorang pria paruh baya padanya .”Ne, ahjussi .Semua berjalan dengan lancar” .Semua orang yang berada di sana terlihat lega .Satu persatu dari mereka menepuk pundak Tiffany pelan sambil tersenyum bahagia .

“Aku senang kau berhasil” pria paruh baya itu tersenyum lagi .

___________a_u_t_u_m_n__________

Seorang gadis dengan senyum merekah berlari menuju sebuah apartement .Ditangannya terdapat kotak kecil berisikan sebuah jam tangan .Ya, dia membawa benda yang paling disukai oleh tunangannya, Hyun Woo .

3x .. 5x .. sudah 7 kali dia mengetuk pintu apartement di depannya .Tapi tak ada satupun jawaban . Dia lalu mengambil ponselnya, menekan nomor telepon tunangannya .

Sama seperti pintu tadi, tak ada jawaban .

Dia bisa saja langsung menerobos masuk dengan menekan tombol password .Tapi, apa gunanya? Toh orang yang dicari juga tak ada .

Dia lalu berpikir lagi, mengingat jadwal tunangannya hari ini .

Gadis itu lalu menepuk dahinya “Aigoo …”

Dia lalu berlari lagi ,memanggil taksi dan menuju suatu tempat .

___________a_u_t_u_m_n__________

Beberapa pegawai melihatnya ,bukan karena dia seorang artis .Tapi karena mereka iba .Iba melihat Tiffany .

Mereka, para pegawai itu sudah tahu mengenai hubungan Tiffany dan Hyun Woo ,namun  mereka tetap menyembunyikannya pada media .

Seorang pria mendekat ke arah Tiffany, menyentuh pundaknya dari belakang “Tiffany ..”

“Ah, kau Hee Chul-ssi” ,Tiffany membalikkan badannya sambil tersenyum .

“Mau apa kau kemari?” pria itu bertanya dengan lembut .

“Aku? Tentu saja untuk melihat Hyun Woo .Hmm, dimana dia? Apa dia sedang rapat? Tadi telponnya tak diangkat^^”

“Tiffany-ssi …”

“Kenapa wajahmu begitu ha??” Tiffany tetap tersenyum memandang sahabat Hyun Woo itu .

“Aku tahu ini berat .Tapi, kenapa kau harus bersikap seperti ini?”

Gadis itu menyernyitkan alisnya, “Wae? Apa maksudmu?”

Heechul lalu menarik tangan Tiffany, duduk .”Sadarlah Tiffany, Hyun Woo sudah tak ada … dan tak seharusnya kau bersikap seperti ini”

Kotak kecil di tangan Tiffany terjatuh ,disertai dengan ekspresi wajahnya yang terkejut .

“Apa maksudmu Hyun Woo tak ada??!” pekik Tiffany .”Sebenarnya kau pun sudah tahu kan. Hyun Woo mengalami kecelakaan? Mengapa kau tak dapat menerima itu semua??”

“Tidak !! Aku menyelamatkannya !!” sergah Tiffany .

“Apa maksudmu??”

“Ya, aku menyelamatkannya !! Dengan menggunakan mesin waktu” Tiffany tetap bersikeras .

“Apa yang kau bicarakan?? Mesin waktu?? Sungguh Tiffany, mungkin seharusnya kau segera kubawa ke psikolog .”

“andwee !!! aku tidak bohong !!! dan .. psikolog??! Apa kau pikir aku gila, Ha??!!!” pekik Tiffany .

Yeoja itu berdiri, lalu berlari keluar gedung .Heechul yang melihatnya hanya dapat diam ,mencoba mengerti perasaan Tiffany sekarang .

___________a_u_t_u_m_n__________

Tiffany segera menerobos masuk ke ruang laboratorium pamannya .Dengan ekspresi marah, sedih ,kecewa .. dia memegang kedua pundak pamannya untuk berdiri, “Kenapa ??! Kenapa keadaan masih tak berubah??! Jawab aku !!!”

“Apa maksudmu??” pria paruh baya itu tampak tak mengerti, dia bahkan cemas melihat keponakan satu-satunya itu terlihat sangat frustasi .

“Hyun Woo, dia masih tetap tak ada paman !!!” cairan bening mulai keluar dari kedua bola mata gadis itu .Dengan terduduk dilantai, gadis itu menatap wajah pamannya .

“Bukankah kau sudah mengubahnya?? Menyelamatkannya??”

“Ya, aku menyelamatkannya .Tapi mengapa masih begini??!”

Pria itu lalu membantu mengangkat Tiffany berdiri .”Kau, tunggu disini . Akan kuperika semua data yang ada”

Beberapa saat kemudian, pria paruh baya itu tersandar di kursinya .Dengan wajah menyesal dia menatap Tiffany .

“Mianhe .. mianhaeyo ..” ucap pria itu .

“Wae?? Mengapa paman minta maaf??!”

“Kau tahu John Titor?? Pengembara mesin waktu??” ,Tiffany mengagguk .

“Ternyata cerita nya benar .Cerita John Titor, kalau kita .. di dimensi yang berbeda”

Tiffany membulatkan matanya, “Itu hanya omong kosong !!” sergahnya .

“Ani, itu bukan omong kosong .Kulihat semua data .. angka angka hingga desimal terkecil .Menunjukkan bahwa ada sesuatu yang membatasi dunia kita .dimensi yang berbeda”

Tiffany yang mendengar hal itu langsung memegang kepalanya .semuanya terasa berputar .Pandangannya mulai memudar ,lalu semua tiba tiba menjadi gelap .

___________a_u_t_u_m_n__________

Gadis itu menyandarkan dirinya di ujung kasur .Dilihatnya seorang pria paruh baya sedang terlelap menunggunya .

Tak berapa lama, pria itu terbangun, “Tiffanya-aa .. kau sudah sadar?”

Gadis itu mengangguk mengiyakan .”Kau, tenangkanlah dirimu dulu .Aku akan keluar, dan kita akan bicara lagi”

Pria itu lalu keluar ,meninggalkan Tiffany yang sibuk dengan pikirannya sendiri.

___________a_u_t_u_m_n__________

Mereka sedang makan malam sekarang, lalu Tiffany tiba tiba meletakkan sendok dan garpunya .Menatap paman sekaligus orang yang telah dianggapnya ayah itu .

“Wae?” pria itu menghentikan makan malamnya juga .

“aku sudah berpikir .. kalau aku .. akan kembali”

Kedua bola mata pria tua itu membelalak, menatap mata gadis dihadapannya , mencoba mencari celah kebohongan di sana .Namun tak ada ..

“Apa yang kau pikirkan??” suara pria itu datar, tak tahu harus bagaimana .

“Aku ingin menjalani hidup bersama Hyun Woo .Bersamanya …”

Sejenak, pria itu diam .lalu berdiri .”Aku tak akan mengijinkannya !!” , “Wae??!”

Pria tua itu menghela nafas sebentar, lalu memegang kedua bahu Tiffany, “Karena kau .. sudah kuanggap seperti anakku sendiri”

Tiffany diam, senyum tipis rasa tanda menyesal di wajahnya mencerminkan perasaannya kini .”Mianhe .. ahjussi, mianhaeyo …”

Gadis itu melepaskan kedua tangan pria itu dari bahunya, lalu berlari ke arah ruang paling belakang di rumah ini .

“Tiffany-aa !!” dengan tergesa, pria itu berlari mengejar keponakannya . Sambil berdo’a agar gadis itu tak sempat pergi .

Terlambat,

Gadis itu telah pergi . Hanya menyisakan panas pada mesin .

Terlihat semburat kecewa di wajah pria itu .

Di dimensi yang lain, terlihat seorang gadis sedang melambaikan tangannya pada seorang pria tampan di seberang jalan . Tiffany, yang telah memakai mesin waktu untuk kembali adalah gadis itu .

___________a_u_t_u_m_n__________

“Kau tidak ada jadwal, chagi?” Tanya Hyun Woo pada tunangannya .”Ani, aku cuti ..” gadis itu tersenyum .namun, tanpa disadarinya keringat dingin membasahi keningnya .Berbohong, itu yang dilakukannya sekarang .

Dia bahkan tak tahu, bahwa ada dirinya yang lain di dimensi ini ,yang sama tengah menuju apartement Hyun Woo juga .

“Kau, mau makan siang apa? Biar aku buatkan^^” gadis itu tersenyum lagi .

“Terserah padamu ..”

“Kalau begitu, aku akan ke supermarket sekarang” gadis itu ingin beranjak pergi .Namun pria itu menahan tangannya .

“Wae??”

“Kau lupa?? Atau aku yang harus memberikannya??” ,mendengar itu gadis itupun menyernyitkan alisnya . Masih belum mengerti .

“Aissh~ jinjha ..”

Dengan perlahan, Hyun Woo mendekatkan wajahnya .Mengecup bibir gadisnya yang lembut itu .Tiffany membelalakkan matanya, kaget.. tentu saja .

Beberapa detik dia hanya diam, ciuman itu bahkan terasa kaku.

Lalu dia mulai mengerti, setelah Hyun Woo membuka mulutnya ,menghisap bibir bawah gadis itu .dia pun membalas hisapan Hyun Woo .Membuka mulutnya perlahan .membiarkan Hyun Woo menelusuri setiap sudut rongga mulutnya.

Selang beberapa saat, hisapan Hyun Woo pun mulai turun ke arah leher Tiffany .Membuat beberapa kissmark di sana .

“Ehmmp~ Hmm .. oppa, cukup” Tiffany melepas pelukan dan ciuman Hyun Woo .Mengelap bibirnya yang basah .”Aissh~ jagi ..” Hyun Woo memasang wajah kecewa .

Tiffany lalu memasang syal nya, mencoba menutupi kissmark di lehernya,”Oppa tidak mau kita kelaparan kan??”

Tiffany lalu mengambil dompetnya .Lalu mengecup sebentar bibir tunangannya itu .”Aku pergi dulu”

Dengan tersenyum, Tiffany keluar dari apartement Hyun Woo .

Sekitar 10 meter dari pintu apartement Hyun Woo, terlihat seorang gadis sedang menenteng kantong plastik berisikan bahan makanan .

Baru 15 langkah keluar, Tiffany membelalakkan matanya .Seakan melihat hantu .ya, hantu yang sama dengan dirinya .

Begitupun dengan gadis yang menenteng kantong plastic itu .Dia bahkan telah menjatuhkan bawaannya .

“Kau .. siapa~ ??!” kedua gadis itu berkata bersamaan sambil menunjuk satu sama lain .

___________a_u_t_u_m_n__________

 

Jika kau menjadi diriku, apa yang akan kau lakukan?Melakukan hal sama? Atau kembali ke dimensi saat kau sudah tiada?

 

=====================================================

 

“Kau … siapa??!” pekik kedua gadis itu bersamaan .Memandang satu sama lain .Cukup lama mereka berpandangan, hingga akhirnya salah seorang gadis itu menariknya menjauhi apartement Hyun Woo .

Gadis itu terus menarik dirinya yang lain ke sebuah tempat .Menariknya ke tempat yang sepi, dan membawanya ke sebuah ruangan yang gelap yang disebut Gudang. “Jawab aku !! Kau siapa??!” . “Kau .. aku .. adalah orang yang sama” jawab Tiffany datar . Gadis di depannya tampak tertegun, bingung dengan semua ini .

“Aku datang dari masa depan” lanjutya ,lalu melihat ke sekeliling .Dia lalu berjalan ,mengambil sesuatu .Dengan wajah datar, Tiffany mendorong dirinya yang lain ke kursi .”Kau .. mau apa??”

“Aku? Aku ingin semua kembali .Hidupku kembali, dan kau .. jangan mengacaukannya!!” pekik Tiffany .Lalu dia mengikat dirinya yang lain di kursi itu .”Lepaskan .. lepaskan aku !!!”

“Andwe!!! Tak akan . Kau tahu, aku melakukan segala cara untuk bersama Hyun Woo” jelas Tiffany lagi .”Kau, baik-baiklah disini” Gadis itu lalu berjalan pergi, mengunci pintu dan meninggalkan dirinya yang lain di dalam .”Mianhe ..” gumam gadis itu .

***

Di dimensi yang lain ..

“Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Heechul menatap Prof. Kim, paman Tiffany .

Heechul memang sangat perduli terhadap Tiffany .Di lubuk hatiya, Tiffany adalah orang terpenting di dunia ini .Ya, dia mencintainya, bahkan sebelum Tiffany bersama Hyun Woo .

“Jika kau kuijinkan kesana, apa kau bisa mengatasinya? Dan berjanji membawanya kembali?” Tanya Prof. Kim .Heechul hanya mengagguk .

“Kalau begitu, kau .. bersiap-siaplah”

***

Hyun Woo memandang Tiffany yang lagi memasak di dapurnya . “Oppa, bisa bantu aku mengangkat semua ini?” Tanya Tiffany sambil tersenyum .Hyun woo mendekat ke arahnya, mengambil mangkuk berisikan makanan yang dimasak Tiffany .

“kenapa kau akhir akhir ini berubah??” Hyun Woo mendekatkan wajahnya ke arah Tiffany . “Lebih sering menemaniku . Kau tak sibuk?”

“Hah??” Tiffany meletakkan kembali sendoknya . Menunjukkan ekspresi gugupnya pada Hyun Woo . “Itu … eh ..”

“Hahah .. ani .Aku hanya sekedar bertanya ,jangan dianggap serius begitu, ne?” Hyun Woo lalu mengacak rambut gadisnya . “Aku senang, kau lebih banyak bersamaku sekarang” lanjutnya .

“Ah .. ne” Tiffany hanya tersenyum tipis .

***

Dengan tergesa, Tiffany menuju gudang tempat dia meninggalkan dirinya yang lain .Dia membuka pintu, menyalakan lampu . Dan melihat dirinya yang lain tengah tertidur masih dengan tangan dan badan yang terikat di kursi .

“Bangun ..” ucapnya sambil mengguncangkan tubuh nya yang lain itu . Gadis dihadapannya lalu mengerjapkan matanya . “Makan ini ..” Tiffany lalu memasukkan roti ke dalam mulut gadis dihadapannya . Namun, gadis itu mengeluarkan roti di mulutnya .

“Kenapa kau tak bunuh saja aku hehh??!” pekiknya . “Ani . Mana mungkin aku membunuh diriku sendiri” jawabnya . “Sekarang, apa yang kau mau??!”

Tiffany hanya diam . Menatap gadis dihadapannya ,lalu memasukkan roti dengan paksa ke mulut dirinya yang lain .”Makanlah, nanti kau sakit ..” ucapnya datar .

Tiffany lalu memberikan air mineral, menunggu gadis di hadapannya menghabiskannya .

“Lepaskan aku ..” . “Ani ..” Tiffany lalu berdiri, mematikan lampu dan meninggalkan gadis itu masih dengan keadaan seperti tadi .

***

Saat memasuki apartement Hyun Woo, Tiffany melihat Heechul di dalam .Duduk bersama Hyun Woo .”Ah, ada kau Heechul –ssi” Tiffany tersenyum dan duduk di sebelah Hyun Woo .

Untuk sesaat, Tiffany merasa Heechul menatapnya dengan tajam .”Kalian membicarakan apa?”

“Ani, hanya masalah pekerjaan” Hyun Woo tersenyum .

“Oh ..” , “Hmm, semuanya sudah beres. Aku pergi” Heechul berdiri, lalu menundukkan badannya .

Beberapa saat setelah Heechul keluar, Tiffany melihat pesan di ponselnya . “Heechul ..” pikirnya . “Hyun Woo, aku .. ada urusan sebentar” Tiffany tersenyum lalu melangkahkan kakinya keluar dari apartement hyun Woo .

***

“Ada apa Heechul-ssi? Kenapa harus diluar? Tidak di apartement saja?” Tanya Tiffany.

“Duduk” Heechul menepuk nepuk bangku di sebelahnya .

Heechul tetap menatap mata Tiffany tajam, membuat gadis itu menundukkan wajahnya karena takut . “Cepatlah kembali . Bersamaku ..”

Tiffany mengangkat kepalanya, memandang Heechul bingung . “Apa yang kau katakan? Aku tak mengerti ..”

“Kembalilah ke dimensi kita . Dimensi yang seharusnya” . Mendengar itu, Tiffany membelalakkan matanya, menatap Heechul .

“Jadi kau .. bukan ..” , “Ne. Aku bukan Heechul dari dimensi ini”

Untuk beberapa saat Tiffany tak dapat berpikir apa apa, hingga ia memekik “Andwee!!”

Heechul memeluk kedua bahu Tiffany .

“Andwee !! Aku ingin disini !! bersama Hyun Woo!!” pekiknya lagi . beberapa orang bahkan sudah memandangi mereka berdua .

“Kau Harus!!” tegas Heechul . “Andwe!!” Gadis itu melepaskan tangan Heechul dari bahunya . Lalu berlari entah kemana .

Heechul hanya memandangnya tanpa mengejarnya . Membiarkan gadis itu hilang di antara kerumunan orang .

***

Dengan pikiran yang kacau, Tiffany memasuki ruangan di mana dia menyekap ‘dirinya yang lain’ . Gadis yang sedang di ikat di kursi itu lalu mengerjapkan matanya . Menatap sesosok perempuan seperti dirinya .

“Mau apa lagi kau sekarang, ha??!” pekik gadis itu . Sedangkan gadis yang satunya hanya menatapnya tajam .

“Apa yang di belakangmu??!” , “Mianhe …”

Gadis yang berdiri itu lalu mengeluarkan sesuatu dari punggungnya .

“Pi .. pisau  .. ?” gadis yang terikat itu menampakkan ekspresi wajah ketakutan . “Apa yang mau kau lakukan?? Apa kau sekarang mau ..”

“Ya, aku mau melenyapkanmu” . Gadis yang terikat itu lalu membelalakkan matanya, tak percaya . “Kumohon . Jangan!!”

“Hanya ini satu satunya cara, agar tak ada yang bisa mencari bukti . Bukti bahwa aku bukanlah Tiffany yang bukan berasal dari dimensi ini”

“Kau gila !!” pekik gadis itu . “Ya, aku gila . Terus kenapa?? Apa yang bisa kau lakukan untuk menghentikan kegilaanku ??!”

“Kumohon .. jangan lakukan ..” gadis itu memelas, menitikkan air mata .

“Mianhe …”

Tiffany lalu menusukkan pisau di tangannya ke perut gadis di hadapannya . “Argh !!” gadis di hadapannya terlihat kesakitan . Tak mampu berbuat apa apa .

“Mianhe .. jeongmal mianhe ..” Tiffany kembali mencabut pisaunya, lalu menusukkannya lagi, lagi dan lagi .

Hingga gadis dihadapannya tak dapat bersuara lagi . Hembusan nafasnya terhenti, tubuhnya .. terlebih perutnya mengeluarkan banyak darah .

Tiffany lalu terduduk, memegang kepalanya . Mengacak acak rambutnya . Tak percaya dengan apa yang telah ia lakukan .

“Mianhe .. aku .. aku …”

“Argh !!” Tiffany melemparkan pisau di tangannya . Melihat kedua tangannya yang bersimbah darah . Lalu melihat jasad gadis di sebelahnya .

“Tuhan, apa yang baru saja aku lakukan??!”

***

 

Semuanya akan berakhir . Tapi aku tak tahu, akan berakhir seperti apa .. Aku terlalu takut membayangkannya .

=====================================================

Dengan keadaan yang sangat labil, gadis itu menyeret tubuh nya ‘yang lain’ menuju sebuah lemari di ruangan itu . Pikirannya kalut, keringatnya bercucuran, matanya waspada .. takut ada yang melihatnya .

Dia memasukkan jasad ‘dirinya yang lain’ itu ke adalam lemari . Menutupnya dengan tergesa ,lalu menyenntuh dadanya yang berdegup kencang . “Hhh .. hhh …” nafasnya memburu . Gadis itu lalu mengambil kain yang ada di dekatnya, kain tempat menutup barang barang di sana .

Dia lalu mengelap tangan, baju, serta anggota badannya yang lain yang terkena cipratan darah darah gadis yang telah dibunuhnya .

Untuk beberapa saat, Tiffany hanya diam . Menenangkan jantungnya . “Kau benar Tiffany .. yang kau lakukan sudah benar . Takkan ada lagi yang dapat menari bukti bahwa kau bukan dari dimensi ini”

Gadis itu lalu berdiri, melangkahkan kakinya dengan tergesa lalu keluar dari ruangan itu .Bahkan ,gadis itu lupa mengunci pintunya . Dia terlalu takut ,takut dengan apa yang telah dia perbuat .

___________a_u_t_u_m_n__________

Tanpa disadarinya, sepasang mata telah melihatnya keluar dari tempat itu . Ya, Heechul .Dia mencari Tiffany ,setelah ditinggalkan gadis itu di taman .Dia terus menunggu hingga gadis itu keluar.

Yang dia bingung, mengapa Tiffany masuk ke dalam sana membawa pisau .. lalu keluar tanpa benda itu dan dengan tergesa pergi,ketakutan dan baju dengan bercak darah .

“Pasti ada yang dia sembunyikan ..” gumam Heechul . Tanpa pikir panjang pria itu langsung memasuki gudang .Dengan hati hati dia meraba dinding di dekatnya, mencari tombol lampu .

Matanya seketika membelalak ,melihat kursi dan tali yang tengah dipenuhi oleh darah .Dilangkahkannya kakinya menuju kursi itu, tapi kakinya tiba tiba menginjak sesuatu .

“Pisau .. darah ..” gumamnya . Dia lalu mengikuti bekas darah di lantai . “Diseret .. ya, pasti …”

Heechul berhenti di depan lemari ,”Tenang Kim Heechul ..” dengan perlahan pria itu lalu membuka lemari di hadapannya .

Seketika matanya membelalak, jantungnya berdegup kencang . Tangannya bergetar, keringat bercucuran di dahinya . Bibirnya membisu .. hanya dapat menatap jasad gadis di hadapannya .

___________a_u_t_u_m_n__________

Baru saja Tiffany menutup pintu dan membalikkan badannya, Hyun Woo sudah ada di depannya dan bersiap memeluk gadis itu . Tapi gerakan pria itu terhenti, “Bau darah ..” gumamnya . Lalu menatap Tiffany .

“Aigoo .. kau kenapa jagiya ??” pekik Hyun Woo lalu memutar badan gadis itu . “Ceritakan padaku ..” Hyun Woo menatap Tiffany serius . “Itu .. ehh ..” keringat Tiffany mulai bercucuran kembali .

Hyun Woo terus menatapnya, menunggu gadis itu membuka bibirnya . “Aku .. menolong orang kecelakaan” jawab Tiffany, bohong .

“Lalu .. kenapa kau terlihat ketakutan sekali? Dan tergesa-gesa?” lanjut Hyun Woo ,nemun kebih lembut. “Itu .. eh, aku takut ada stalker yang melihatku ..”

“Ahaha .. kau lucu sekali jagiya . bukankah itu bagus? Nanti akan ada di semua berita, -Tiffany Girls Generation menolong orang kecelakaan- .Itu good image ..” Hyun Woo mengacak lembut rambut Tiffany

“Ahh .. nde ..” Tiffany hanya terseyum tipis, atau .. lebih tepatnya kecut?

___________a_u_t_u_m_n__________

Tadi Hyun Woo keluar, katanya menemui seseorang .Tapi entah kenapa gadis itu sangat gelisah .”Bad feeling ..” gumamnya .Gadis itu meneguk air mineralnya, menenangkan pikiran dan jantungya .

Baru lima teguk, pintu tiba tiba terbuka dengan keras . “Hyun Woo ..”  ucap Tiffany . Wajahnya bingung, melihat wajah Hyun Woo yang merah padam .

Pria itu lalu mendekatinya, menggenggam tangannya dengan kuat . Gadis itu terlalu terkejut, hingga gelas yang di tangannya pecah .

“Kau kenapa ??” Tanya Tiffany . “Diam .. dan ikut aku !!’ bentak Hyun Woo .

Hyun Woo membawa gadis itu kedepan Heechul, ke tempat dia menyekap ‘dirinya yang lain’ .”Jelaskan padaku !! kenapa kau melakukan semua ini !!!” pekik Hyun Woo dan menunjuk jasad Tiffany ‘yang lain’ .

“Aku .. aku …”

“Jelaskan !!” bentak Hyun Woo ,membuat gadis itu terisak .. menangis . Dia tak pernah melihat Hyun Woo semarah ini .

“Aku ingin bersamamu !! Aku mencintaimu .. sungguh !! aku tak bisa hidup tanpamu !!” jelas Tiffany, cairan bening keluar dari kedua bola matanya .

“Tapi kau tak harus melakukan semua ini ..” suara Hyun Woo melemah, matanya menatap gadisnya penuh penyesalan .

“Heechul sudah menjelaskan semuanya padaku . kumohon,kembalilah ..” Pria itu menatap mata Tiffany . Lalu memeluk gadis itu .

“apa kau tak memikirkan, apa yang akan terjadi? Pada grup mu .. pada pamanmu .. dan padaku? Jika kau tak membunuh nya .. tak akan terjadi kecauan seperti ini . SNSD, apa yang akan mereka lakukan?? Apa yang akan terjadi pada para fans mu??” Hyun Woo mencoba menjelaskan .

Semua terdiam, terlebih Tiffany yang memikirkan kata kata Hyun Woo sambil menangis .

“Dan lagi .. kau tak mungkin berada di sini . ini bukan tempatmu ..” lanjut Hyun Woo .

Air mata semakin deras keluar dari kedua bola mata gadis itu . Heechul yang berada di dekat mereka, hanya menatap iba .

“Kembalilah ..” ucap Hyun Woo, Tiffany mengagguk. lalu Hyun Woo mengulum bibir gadis itu perlahan . Sangat lembut, bahkan pria itu tak pernah selembut ini sebelumnya . Ciuman itu bahkan terasa asin, karena air mata mereka berdua .

Beberapa menit kemudian, Hyun Woo melepaskannya . Menangkup wajah Tiffany dengan kedua tangannya ,menatap gadis itu .

“Saranghae ..” ucap pria itu . “nado saranghe ..” jawab Tiffany sambil tersenyum tipis .

Hyun Woo menatap Heechul, “jaga dia . jangan biarkan orang lain melukainya ..” .

Heechul hanya tersenyum tipis, “Ya .. aku janji ..”

___________a_u_t_u_m_n__________

 

Di dimensi yang seharusnya ..

“Tiffany-aa ..” seorang lelaki paruh baya langsung memeluk gadis itu ketika keluar dari mesin waktu . Heechul hanya tersenyum menatap pemandangan haru itu .

“Hwang Mi Young !!!” pekik seorang yeoja ,siapa lagi kalau bukan Taeyeon . “I miss u .. so much” lanjut Taeyeon lalu memeluk gadis itu .

“Ne, eonnie .. I miss u too ..”

“Hey, kami juga ingin ..” kata Soo Young . Tiffany lalu menatap ke-8 member yang lain. Lalu memeluk mereka .

Untuk beberapa detik, Tiffany melirik ke arah Heechul .Membuat pipi gadis itu merona saat Heecul membalas tatapannya .

“Waah, eonni dengan Heechul ya sekarang??” pekik maknae .”Wae Seo?” Tanya Sunny .

“Ani, tadi mereka bertemu pandang ..” jawab Seohyun polos . “Aa . ani ..” sergah Tiffany ,sedangkan Heechul langsung meneguk air mineral di dekatnya .

“sudah .. ngaku saja .. hahaha ..” lanjut Yuri .

Well, semua kembali seperti semula . Tapi, apa yang terjadi dengan dimensi yang lain?

___________a_u_t_u_m_n__________

Di dimensi yang lain ..

Hyun Woo berjalan di zebra cross. Sesampainya di seberang ,dia menatap layar besar yang menempel di gedung . Ada pemberitaan di sana .

“Dikarenakan member SNSD Tiffany menghilang, dan didengar desas desus bahwa dia telah meninggal .Maka, SMent menambahkan anggota baru .Dan, gadis yang beruntung itu adalah .. Stella Kim !! Dia adalah salah satu kandidat anggota SNSD sebelumnya. …………………..”

Hyun Woo melanjutkan langkahnya, menelusuri kota Seoul sambil membawa karangan bunga dan menuju sebuah tempat yang terpencil . Tempat dia memakamkan Tiffany, kekasihnya .

___________a_u_t_u_m_n__________

THE END !!!!!

Huaa .. akhirnya END juga nih FF .. capek euy !!!

Maaf kalau kurang memuaskan !!!!

Alurnya kecepetan .. Banyak tyopo .. dll, aku malas ngedit ..

By the way, kalo kalian SONE ..

kalian tau juga soal Stella Kim kan^^ ?

Okey, sampai jumpa di FF saia selanjutnya ..

Yang akan berjudul .. LIBRARY .. *kalo jadi*

Diambil dari lagu SNSD TTS – LIBRARY .

Dan cast-nya .. eng ing eng .. Tiffany !! *lagi*

Atau .. kalian ada usul?? Dan mau di tag??

Coment aja ..

RCL-nya .. inget !!

Nisa Utari/Park Hye Na/Autumn *bow*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s