CSEye – Beginning

paper_1

Tittle               : CSEye – Beginning

 

Main Cast      :

 

–          CSEye’s members [EXO’s Kim Joon Myeon (Suho), EXO’s Oh Sehun, EXO’s Park Chanyeol, TeenTop’s Changjo, Hello Venus’ Yoo Ara, AOA’s Jimin & SOS’ Maria]

 

–          BAP’s Himchan & f(x)’s Victoria

 

–          EXO’s Kris, CReal’s Lenny, FT Island’s Jonghun, APink’s Bomi & CO ED School’s Somi

 

Author            : _Autumn59 è nisautari94.wordpress.com

 

Length            : Oneshot/Series/Chapter & Universe

 

Genre              : Alternate Universe, Mystery, Dark & Romance (just a little bit, maybe)

 

 

Note                : Terinspirasi dari TV Series CSI. Dalam tahap belajar mengurangi typo &  dalam waktu dekat akan menghadapi Ujian, harap maklum jika chapter selanjutnya akan lama. Dan maaf jika alurnya terlalu cepat. Aku juga sebenarnya cukup bingung mengutarakan khayalanku kalau soal pembunuhan jika di ketik. Sudah terbiasa dengan FF, percintaan.

 

———————————————————————————————————————

 

-Author POV-

 

The Garden of Morning Calm, 17.15 PM KST

 

Seorang pria tengah bergegas menuju rumah kaca, The Garden of Morning Calm. Membuat penampilan pria tampan itu yang semula tertata rapi & keren, menjadi sedikit acak acakan. Walau begitu, setiap gadis yang dilewatinya tetap saja tak dapat mengalihkan pandangan mereka.

 

Kakinya mulai berhenti berlari saat sudah mendekati garis polisi didepannya. Dilangkahkannya kakinya dengan lebih santai, mengatur nafas, melewati beberapa orang polisi dan masyarakat yang dimintai keterangan sambil sesekali memberikan mereka sebuah senyum tipis.

 

Tercium bau wangi bunga-bunga yang harum bercampur dengan sedikit rasa anyir di dalam ruangan kaca yang baru saja dimasukinya. Pria dengan name tag Kim Joon Myeon itupun mendekati seorang gadis yang tengah mencatat di buku kecilnya.

 

“Yoo Ara-ssi”, pria itu menepuk pundak gadis didepannya. Gadis itu berbalik sambil menyunggingkan sebuah senyum hangatnya. “Apa yang terjadi?”, pria itu kembali melanjutkan kata katanya, yang hanya dibalas dengan putaran kepala dan sorot mata dari si gadis.

 

Menunjukkan ujung ruangan kaca yang dinding-dindingnya terdapat cipratan darah sekaligus sepasang mayat yang tengah berpegangan tangan bak Romeo dan Juliet.

 

“Bomi dan Jonghun”, dengan suara lembut, gadis bermarga Yoo itu akhirnya angkat suara, membuat perasaan pria di sebelahnya lebih tenang namun juga membuat jantungnya berdetak lebih cepat, hmm.. seakan suaranya berasal dari surga tapi juga sekaligus neraka bagi jantungnya.

 

Disekeliling mereka, beberapa petugas lainnya sudah mulai menjalankan tugasnya masing masing. Beberapa memotret, memeriksa disekitar dinding kaca untuk mencari sidik jari, memperhatikan setiap inci ruangan kalau kalau ada barang bukti yang bisa digunakan dan sebagainya.

 

Seorang pria mendekati Ara & Joon Myeon, sedikit mengagetkan mereka karena sedari tadi hanya diam, “Kau terlambat lagi, Suho. Bukan begitu, Yoo?” pria itu berkata sambil sesekali melihat lihat hasil foto di kameranya.

 

Ara hanya mengangguk, sedangkan Suho malah menyenggol bahu si penanya, “Kau ini, seperti tidak tahu aku saja, Chang Jo.. Changjo”, “Hey! Hati hati, ini salah satu barang bukti, kau tahu”, dengan wajah kesal Chang Jo yang kameranya hampir jatuh mengelus elus kameranya.

 

“Oh, sudahlah. Kalian ini, bertengkar lagi” gadis dengan name tag Shin Ji Min mendekati mereka bertiga, sampai seseorang berteriak, “Ya!!! Noona! Berhenti disitu!”

 

Jimin segera menghentikan langkahnya, mengarahkan kepalanya kepada seorang namja jangkung yang memasang wajah seramnya. Begitu pula dengan Ara, Suho & Changjo, menatap namja di belakang mereka.

 

“Kubunuh kau, jika menginjak barang bukti satu langkah didepanmu”,ancam namja itu lagi. “Oh, mianhe” . “tapi..Ya!!! Sehun-aa, kau berani membunuhku hahh?!” balas Jimin lagi.

 

Namja itu tersentak, membuat wajah Jimin melakukan ekspresi kemenangan. Sedangkan yang lainnya hanya mengakat bahu, melanjutkan pekerjaan masing masing. Termasuk Suho yang baru saja datang, langsung mengambil sampel tanah dan memeriksa daerah di sekitar mayat.

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

CSEye’s Office 19.00 PM KST

 

Suho baru saja memasuki ruangan pemeriksaan mayat, memperhatikan sepasang namja dan yeoja yang sedang melakukan tugas mereka.

 

Sampai yeoja berwajah tidak seperti orang asli korea itu menyadarinya, lalu dengan segera menyentuh pundak namja di sebelahnya.

 

“Kebetulan sekali kau datang”, namja bertubuh tinggi menghentikan aktifitasnya. “apa ada yang kalian temukan, Chanyeol?” Suho bertanya, sambil mengelilingi dua mayat di dekatnya.

 

“soal, Bomi? Dia resmi di bunuh dengan pisau. Kalau Jonghun, hmm..”, jawab namja yang dipanggil Chanyeol itu. “ada beberapa kejanggalan” tambah yeoja yang berambut pirang, Maria.

 

“jelaskan padaku”, Suho mulai menampilkan wajah seriusnya.

 

“Kau lihat ini”, Chanyeol menunjukkan beberapa luka ditubuh korban, Jonghun. “ditubuhnya terdapat beberapa sayatan, oleh benda runcing. Dan itu bukanlah dari benda benda tajam pada umumnya”. Pria bernama Chanyeol itu lalu berjalan ke sebuah meja. Suho yang nampak kebingungan mengikutinya, “Apa maksudmu?”

 

Chanyeol mengambil kotak kaca tipis, di dalamnya ada beberapa helai serat yang seperti kayu. “Itu….” Suho menghentikan kata katanya. “Bingung?” . Suho menatap namja di depannya.

 

“Bambu. Serat bambu”, Maria mendekat. Chanyeol dan gadis itu mengambil nafas bersamaan, mengisi oksigen di dalam rongga dada mereka. “Kau mengerti maksud kami?” Suho akhirnya melanjutkan percakapan setelah mengeluarkan karbon di oksida yang juga bersamaan dengan Maria. Oh, bukankah mereka seperti, couple?

 

“Ok. Aku mengerti. Maksud kalian, Jonghun tak di bunuh di rumah kaca, tempat dia ditemukan?” Suho berkomentar, mulai mengerti arah pembicaraan ini.

 

“Tepat sekali”, Maria tersenyum sambil melipat tangannya di bawah dada. “Dan ini, menguatkan dugaan kita”, Chanyeol menyerahkan dua sampel tanah.

 

“Sampel yang kau ambil di sekitar kejadian, berbeda dengan sampel tanah di beberapa bagian tubuh Jonghun”, lanjut Chanyeol.

 

Suho mengukir senyum miring di wajahnya, ikut melipat tangannya di bawah dada, lalu keningnya berkerut. “Baiklah, terimakasih. Aku akan pergi memberitahukan ini pada yang lain”

 

no problem, that’s our job” . Ucap mereka –Maria & Chanyeol- bersamaan, lagi.

 

“Lmao.. Kenapa kalian tak berkencan? Sudah tiga kali kalian mengatakan dan melakukan hal yang sama secara bersamaan. Sudah seperti, kau tahu? couple, kkk~”. Suho mengakhiri kejahilannya sambil mengulum senyum, telapak tangannya dimasukkan ke kantong celana hitamnya.

 

Tersadar akan sesuatu, Chanyeol membulatkan matanya, “Ya!!!!! Kim Joon Myeon!!!!”. Namun, orang yang diteriaki sudah berlari pergi. Meninggalkan Maria yang wajahnya sudah memerah dan Chanyeol yang mulai salah tingkah.

 

“Ergh.. Maria” ,”Ne?”

 

Chanyeol mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk, “Let’s cuddle and watch movies together” . Membuat wajah Maria semakin memerah sekaligus menampilkan wajah keterkejutannya.

 

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

CSEye’s Office, 19.00 PM KST. Other room

 

“SUDAH KUKATAKAN. AKU .. TAK MUNGKIN MEMBUNUH ORANG YANG KUCINTAI, KAU MENGERTI?”, Pria yang duduk itu berdiri, Tak sadar akan luapan amarahnya yang mulai keluar, dia lelah.

 

Wanita di depannya menginsyaratkan melalui bola matanya, menyuruh  pria itu duduk. Hening sejenak.

 

“Kau tahu, kami mencurigaimu, karena panggilan terakhir di handphone Bomi adalah kau”

 

“Jadi, kapan bisa kau jujur padaku, Kris?” , lanjutnya, wanita itu menyenderkan punggungnya. Lelah dengan semua pertanyaan yang diajukannya tapi tak menghasilan apapun.

 

“Aku sudah berkata jujur, nyonya Song”, pria itu melipat tangannya di dada. “Sudah kukatakan dari dulu, jangan panggil aku Song, cukup Victoria. Sudah berapa lama kita mengenal, eoh?” ,Wanita itu berdecak kesal.

 

“Ok ok, Victoria” , Wanita dihadapannya tersenyum. “Bagus. Well, aku juga sedikit mempercayaimu. Karena kita sudah kenal cukup lama, dan aku tak pernah membayangkan kalau kau membunuh dua orang yang saling mencinta”

 

“Nah, kau juga tak mempercayai aku membunuhkan? Kalau begitu, wawancara ini sudah berakhir” Kris hendak beranjak, namun tertahan. “Belum”, jawab Victoria.

 

Kris memutar bola matanya, “Lama lama kau semakin menyebalkan VICTORIA” .

 

“Kenapa kau begitu mencintai gadis itu, oh iya.. Bomi. Dan kenapa tak pernah cerita?”, Victoria memandang penuh selidik.

 

“Hey, kau mau membongkar privacy ku, eoh?” . “Sedikit” ,Victoria mengulum senyum kecilnya, membuat Kris menghela nafas.

 

“Begini….”

 

Kris mulai menceritakan pengalaman pertamanya bersama Bomi. Yah, tak terlalu penting untuk dibahas, mengingat Fanfic ini akan semakin panjang nantinya. Mari lanjutkan ke cerita.

 

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

 

Di depan kantor CSEye, 23.00 KST

 

Changjo baru saja keluar kantornya, membuka payungnya, lalu melangkahkan kakinya. Baru 3 langkah, seseorang menabraknya. Orang yang menabraknya, yeoja itu lalu menengadahkan kepalanya. Terlihat wajah ketakutan dan mata sembabnya.

 

“Tolong.. tolong aku…”

 

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

 

Changjo’s House, 01.30 AM KST

 

“Minumlah”, Changjo menyerahkan coklat hangat kepada gadis di depannya. Gadis itu merapatkan selimut di tubuhnya, meletakkan coklat hangat itu dingin di atas meja. Kakinya masih di tekuk di atas kursi, tangannya memeluk kakinya, gemetaran.

 

“siapa namamu?”, Changjo bertanya dengan hati hati. “Lee Yoo Jin. Ergh,, panggil aku Lenny” . Yeoja itu mulai sedikit tenang. “Apa yang terjadi?”

 

“Rumput kayu panjang menjulang.. Darah..Cinta..Kecemburuan…………” gadis itu mulai mengatakan hal yang tak dimengerti Changjo.

 

“Apa yang kau katakan?” . “Sahabatku.. Semua di depan mataku..”

 

“Aku benar benar tidak mengerti apa yang kau maksud Lenny-ssi”, Changjo mengenyitkan dahinya, bingung akan semua ini. Seakan semua udara di sekitarnya ikut memutar, menciptakan suasana yang semakin membingungkan.

 

“Apakah aku akan mati juga.. Jika aku sudah membeberkan hal ini terlalu jauh.. oh, aku bahkan tak berani pulang. Kaca penuh darah ada di kamarku, semua ancaman itu.. semua meyakinkan. Aku tahu itu bukan ancaman biasa..”

 

Changjo diam, lebih memilih mendengarkan keluh kesah gadis di depannya ini. “Aku takut.. sungguh, aku takut” gadis itu menelungkupkan kepalanya.

 

Changjo berdiri, memegang pundak gadis yang baru dikenalnya itu. “Istirahatlah, kau bisa tidur di kamarku”, Lenny hanya mengangguk.

 

Udara malam itu semakin dingin, Changjo memegang bagian belakang lehernya. Baru saja dia mengantarkan Lenny ke dalam kamarnya. “Apa yang terjadi pada gadis itu sebenarnya?” gumam pria itu. Lalu dia segera menempati sofa di ruang tamunya. Menutup matanya, membiarkan uadar dingin mulai sedikit demi sedikit menusuk kulit putih mulusnya.

 

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

 

Changjo mengerjapkan matanya, rasanya seakan tubuhnya remuk. Mungkin akibat kelelahan, tidur malam, dan dengan beralaskan sofa, membuat bahunya pegal. Namun, rohnya seakan langsung terkumpul. Mendapati dua pasang mata menatapnya sedari tadi.

 

“Hyaaaa~ !!! hyung hyung.. kenapa.. kenapa.. kalian bisa masuk ke sini?” dengan wajah terkejutnya dia berdiri.

 

“Woah.. lihat dia Yeol. Kau dengar tadi, dia memanggil kita Hyung” , “Kejadian langka” timpal Chanyeol. Ya, mereka Chanyeol dan Suho. Suho sedang merangkul pundak Chanyeol.

 

“hey, aku tanya. Kenapa kalian bisa masuk?”, Changjo menatap penuh murka(?)

 

“Raha..” . “Sia..” sambung keduanya. “Argh….” Changjo mengerang frustasi, menjambak rambutnya sendiri.

 

“Ok, cepat bangun. Tugas sudah menanti”, Suho menepuk pundak Changjo. “Oh, by the way.. kenapa kau tidur di sofa?” Chanyeol ingin tahu.

 

Seketika pikiran Changjo memutar kembali ke beberapa jam yang lalu, flashback.Dia lalu berlari ke kamarnya. Tidak mendapati seorangpun di sana.

 

“Kemana gadis itu? Kalian mengusirnya?” Changjo semakin frustasi. Chanyeol dan Suho menatapnya bingung.

 

“Apa yang kau bicarakan?” . “Kami tak mengerti maksudmu”

 

Pria itu, Changjo. Menghela nafas berat, “biar aku ceritakan” . Changjo menarik Suho dan Chanyeol ke ruang makan.

 

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

 

Ujung bagian The Garden of Morning Calm, 08.15 AM KST

 

Setelah membangunkan Changjo bersama Chanyeol, Suho langsung bergegas ke taman, tempat kejadian. Sekali lagi, seperti biasa. Dia selalu terlambat, dan orang yang pertama di temuinya di tempat itu adalah, “Yoo Ara-ssi” . Nafasnya memburu, yeoja yang dipanggil hanya tersenyum tipis. Sudah biasa, melihat pemandangan Suho yang seperti ini.

 

“Maafkan aku, aku selalu terlambat”, Suho menampilkan gigi putihnya. “Tak apa, sudah hal biasa, haha” .

 

Suho memicingkan matanya, membuat Ara menahan tawanya. Mengerti arti tatapan Suho,”Kau Angel yang tiba tiba berubah jadi Iblis Suho-ssi” . “Haa?”

 

“Oh, sudahlah. Lupakan”, Suho masih bingung, dan hey. Kenapa akhir akhir ini semuanya menjadi membingungkan?

 

Dalam diam, Ara tiba tiba menarik tangan Suho. Membuat debaran jantung Suho berpacu lebih cepat, lagi dan lagi. Suasana di sekitar mereka menjadi seakan ada bunga yang berguguran, udara yang hangat, menyenangkan. Jika waktu dapat berhenti, mungkin pria ini –suho- akan menghentikan waktu selamanya.

 

“Nah, sudah sampai”, Ara tiba tiba berhenti, lalu membalikkan badannya. Tanpa sengaja, membuat jarak mereka berdekatan. Debaran jantung Suho makin kencang, detak jantungnya makin tak beraturan.

 

“Oh, maafkan aku”, Ara berjalan mundur. Membuat Suho tersadar, lalu mengangguk. “Tak apa”. Suho tersenyum tipis, menyayangkan hal indah itu hanya berjalan sebentar.

 

“lihat ini”, Ara menunjukkan bercak darah. Dan sebatang bambu yang lumayan runcing berada di bagian dalam pepohonan bambu. Cukup sulit melihatnya jika tidak teliti.

 

“Bambu kan? Dan ini barang bukti”, Ara melanjutkan. Suho berjongkok, menatap bambu yang di dalam.

 

“Bagaimana kita mengambilnya? Aku tak membawa alat” . “Tenang, sebentar lagi Jimin dan Sehun pasti..”

 

“Maaf, kami terlambat”, teriak Sehun dan Jimin. Suho berdiri, berkacak pinggang. Menatap sangar Jimin dan Sehun. Antara marah karena mereka mengganggu waktu berduaannya dengan Ara, atau karena keterlambatannya mereka.

 

“Ya, ya, ya.. jangan menatap kami seperti itu”, Jimin ikut berkacak pinggang, menantang Suho. “Lagipula, kami baru sekali terlambat, bukan begitu Ji?”, Sehun ikut menimpali komentar Jimin.

 

“Oh.. jadi sekarang kalian bersekutu untuk mengalahkanku?” Suho mendelik. Jimin dan Sehun mengangkat dagu mereka. Lalu berkompak ria.

 

“Sudah sudah, ayo kerjakan tugas kita” Ara menghentikan drama komedi didepannya, mungkin. “Ah, ne .. sebentar” .

 

Sehun dan jimin mulai membuka kotak yang mereka bawa, memasang sarung tangan dan sebagainya. Sedangkn Suho dan Ara memeriksa keadaan sekitar, mencari daun yang mungkin saja terdapat bercak darah di sana.

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

Café, 14.00 PM KST

 

Dert..

 

Handphone Suho bergetar di saku celananya. Saat ini dia tengah sedikit bersantai. Duduk di sebuah café di temani Capuccino dan beberapa kudapan kecil.

 

“Yeoboseyo?” , “Maaf, teman. Sepertinya bambu itu tak membantu sedikitpun. Tak ada sidik jari dan sebagainya”

 

Mendengar itu, Suho menghela nafas. “Sia sia saja”, pikirnya. “Ok, Chanyeol, terimakasih” . Dia langsung mematikan panggilan. Kembali melanjutkan acara santainya.

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

 

CSEye’s Office, 17.00 PM KST

 

Changjo mengetuk ngetuk kepalanya dengan pulpen, masih terngiang di pikirannya soal gadis tadi malam dan ucapan Chanyeol juga Suho.

 

“Mungkin kau hanya berimajinasi” , “Kalau tidak, kemana perginya gadis itu?”

 

“Ya!!!! Aku belum gila untuk berimajinasi hal semacam itu!!!” teriak Changjo frustasi. Semua yang berada satu ruangan dengannya lalu menatapnya. Changjo lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Menunduk sambil merapatkan kedua telapak tangannya seakan mengisyaratkan minta maaf.

 

“Ah, aku tahu”

 

Pria itu langsung mengetikkan sebuah nama di Naver, “Oh, shit! 10.000 hasil, kenapa nama Lee Yoo Jin banyak sekali?”. Dia lalu mengetik lagi, “Lee Yoo Jin atau Lenny”

 

Senyumnya merekah, mendapati akun me2day di layar monitor di depannya. Klik~

 

Betapa terkejutnya ia, melihat foto profil Lenny, bersama gadis itu. Gadis yang sekarang tengah mereka selidiki.

 

“Mungkinkah, maksud dari.. rumput kayu panjang menjulang itu, Bambu?”

 

Dengan segera, dia menghubungi Suho.

 

“Sudah kukira, aku tak berimajinasi..” Changjo menunngu panggilannya terangkat sambil menggigit bibir bawahnya.

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

 

“Dua panggilan masuk. Changjo dan Chanyeol. Apa sebenarnya yang mereka temukan?”

 

Suho langsung bergegas menuju ruangan Chanyeol dan Maria bertugas. Membuka kenop pintu, lalu semua mata melihat ke arahnya. “Ada apa?”

 

“Lihat ini”, Changjo menunjukkan foto dari layar ponselnya. “Bomi?” . “Ya, dan gadis di sebelahnya adalah gadis yang tadi pagi kita bicarakan. Aku tak mengada ada kan?”

 

“Ok. Lalu kau, Chanyeol? Apa yang kau temukan?” . “Oh, bukan Aku, tapi Maria”

 

Maria tersenyum,”Begini, ada darah yang menempel di lengan atas Bomi. Aku mungkin saat itu tak teliti, kukira itu juga darahnya. Tapi ternyata bukan”

 

“Jadi, tersangka kita meninggalkan jejak, hmm..”

 

“DNA, kau tahu. DNA nya sama, kemungkinan besar, orang yang membunuhnya adalah keluarganya, naas” lanjut Chanyeol.

 

Hening sejenak, sampai ekspresi Changjo berubah.

 

“Gadis itu… Lenny! Kita harus segera menemukannya. Bukankah dia sedang terancam?” Changjo tiba tiba berteriak frustasi.

 

“Kau, cepat lacak tempat tinggal Lenny!” perintah Suho. Changjo segera bergegas ke ruangannya. “DNA nya, kemungkinan saudaranya yang membunuhnya” . “Apa? Yang benar saja. Saudaranya sekarang ada di Istanbul, dia bahkan tak bisa pulang dari seminggu yang lalu. Ada beberapa hal yang membuatnya tak bisa ke Seoul”

 

“Tapi aku dan Maria yakin sekali”, Chanyeol menatap Suho yakin.

“Baiklah”, Suho segera pergi. Mencari Changjo.

 

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

 

Lenny’s House, 19.25 PM KST

 

“Kau sudah terlalu banyak ikut campur, Lenny-ssi” . Seorang gadis tengah menempelkan pisau di pipi Lenny yang tubuhnya terikat di kursi dan penutup di mulutnya. “Mmm….” Lenny menggelengkan kepalanya, menatap takut sekaligus meminta ampun pada yeoja di depannya.

 

“Aku tau mendatangi agen CSEye, dan kau tau artinya?”, Somi berkata sambil menjambak rambut Lenny. “mmmphh….”

 

“Kau harus mat…………….”

 

 

BRAK~ !!!

 

 

“Berhenti di sana, nona Lee Soomi!” Suho mendobrak pintu rumah Lenny, di belakangnya ada Changjo dan agen CSEye yang lain.

 

“oh, jadi kau sudah memanggil mereka?” Somi menatap tajam Lenny. Gadis itu hanya dapat menggeleng dan mengeluarkan air mata.

 

“Biar aku ceritakan dulu, apa yang membuatku melakukan hal ini”

 

Semua diam, namun tetap menatap Somi penuh waspada.

 

“Aku, adalah sahabat Jonghun. Dan kalian tahu, sama seperti kebanyakan novel, aku mencintainya. Namun adikku, dia telah merebutnya. Membuatku semakin menjauh dari Jonghun. Saat aku ingin membunuh Bomi di taman itu, Jonghun melihatku, mungkin dia curiga” Somi menghela nafas, membuat tingkat kewaspadaan agen CSEye semakin tinggi.

 

Somi melanjutkan ceritanya,”Dan tanpa sadar, aku membunuhnya. Lalu menyembunyikan bamboo yang kupakai untuk membunuhnya. Untuk sesaat, aku kalut. Lalu teringat dengan Bomi. Kupapah tubuh Jonghun ke tempat Bomi, ruang kaca itu. Saat kuletakkan mayat Jonghun di depannya, dia langsung menangis. Menatap takut terhadapku, dan tanpa pikir panjang, ku tusukkan pisau ini, yang sedang kupegang. Ke tubuh adikku. Mengerikan bukan? Aku buta karena Cinta”

 

Semua terhenyak,”dan soal darah yang berceceran. Aku langsung membersihkan sebisaku. Lalu, dia!” Somi menghadap Lenny.

 

“Sebegitu bersahabatnya kah kau dengan Bomi, eoh?” Somi meneriaki Lenny. “Aku sudah tahu dia melihatku dan segala perbuatanku dari awal. Kukirim ancaman padanya. Namun tak kusangka, hal itu tak berarti. Dia malah menemui agen CSEye” Somi melirik Changjo.

 

“kukirim sms padanya, agar segera pergi dari rumah itu. Awalnya aku akan melepaskannya saja. Tapi, aku sudah tahu. Kalian, CSEye sudah mengincarku. Jadi, mengapa tak sekalian saja, semuanya MATI!” dengan cepat, Somi berbalik. Menusukkan pisau ditangannya ke perut Lenny.

 

 

DOR~ !!!!

 

Bunyi peluru keluar dari senjata api –pistol- Number 5, jenis Glock 19 buatan Austria, milik Suho. Peluru itu menembus punggung Somi. Diikuti tembakan dari agen lainnya.

 

Changjo bergegas menolong Lenny, membuka pengikat di tubuh dan penutup di mulut gadis itu. Lalu memapah Lenny ke dalam mobilnya.

 

“Siapa.. namamu?” Tanya Lenny, tersenyum nanar. “Changjo.. panggil saja Changjo” . Pria itu menatap khawatir gadis di sebelahnya.

 

“terimaksih, Changjo-ssi” . “Sudahlah, sekarang. Kau cukup betahan, ok?”

 

“Aku tak bisa” . “Harus! Kau harus bisa!”

 

Changjo mengemudikan mobilnya, sambil sesekali melirik Lenny. Perasaan campur aduk, dan mungkin. Baru saja dia menyadari, kalau Lenny. Gadis yang baru di temuinya kemarin sangat berarti untuknya.

 

Perasaan Changjo makin kalut, mendapati Lenny sudah menutup matanya. Yah, ber do’a saja dia hanya pingsan.

 

 

___________a_u_t_u_m_n__________

Hospital, 07.15 AM KST

 

Lenny terbangun, lalu menatap kepala di sebelahnya. Changjo, dia menunggui gadis itu sampai tertidur dengan sendirinya.

 

“Changjo-ssi” Gadis itu tersenyum, seraya mengelus kepala Changjo.

“Eoh?” Changjo mengangkat kepalanya. “Gomawo”.

 

Tanpa sadar, Changjo menggenggam tangan Lenny erat. Mereka berdua tersenyum. Menciptakan suasana hening yang menyenangkan.

___________a_u_t_u_m_n__________

 

 

Disaat yang sama, Ara membaca Koran bertuliskan “HEADLINE NEWS: TERUNGKAPNYA PEMBUNUHAN OLEH SEORANG KAKAK KEPADA ADIK DAN SAHABATNYA” sambil menghirup kopi di ruang kerjanya, berdiri menatap lurus ke depan kaca tempat ia bisa melihat keadaan kota Seoul secara luas.

 

Didepan pintu kerja Yoo Ara, Suho tersenyum. Menatap punggung gadis itu sambil memegang setangkai mawar. Dengan langkah pasti, dia menuju gadis itu.

 

Namun, dia tiba tiba berhenti. Ketika melihat pemandangan di depannya.

 

“Oh, betapa bodohnya kau, Kim Joon Myeon. Kau melupakan dia, Himchan. Ah, maksudku Ketua Himchan” Suho bergumam. Membalikkan badannya, membuang mawar itu di tempat sampah.

 

Meninggalkan Ara yang sedang di peluk oleh Ketua CSEye, Kim Him Chan.

 

Namun, tanpa di ketahui Suho. Ara menatap punggungnya nanar, dalam pikirannya, “Maafkan aku, Suho-ssi. Tapi aku janji, akan kuambil mawar itu. Sekalipun sudah kau buang”

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

 

 

To Be Continue~

 

Gimana? Maaf rada ancur ……bikinnya buru buru

So, give me your RCL ^^ . Soal typo, akhiran –ssi, dan sebagainya.

Btw, FF ini semacam Series. Bisa di baca One Shot, tapi bisa juga bersambung.

Kalo respon bagus, aku sambung…

 

Maaf, peran EXO nya kebagi2 . gak EXO semua cast nya

Ok.

Park Hye Na / Autumn / Nisa Utari …. *bow* ^^

 

2 thoughts on “CSEye – Beginning

    • wahh… responnya ‘-‘)? gk nyangka minta lanjut .. abis kayaknya ff ini flat banget –“)v gak asik.. asikan la foret interdite..
      sekarang aku lg fokus la foret interdite. tp mungkin pas ada mood bakal lanjut ‘-‘)?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s