La Foret Interdite – Chapter 1

island11024sttegt

Tittle               : La Foret Interdite – Chaper 1

Main Cast      :

–          EXO’s Wu Yi Fan (Kris)

–          Hello Venus’ Yoo Ara (Ara)

–          EXO’s Park Chanyeol (Chanyeol)

–          T-Ara’s Park Ji Yeon (Jiyeon)

Other Cast     :

–          EXO’s Byun Baekhyun (Baekhyun)

–          Hello Venus’ Shin Yoonjo (Yoonjo)

–          Hello Venus’ Song Joo Hee (Alice)

–          EXO’s Oh Se Hun (Sehun)

 

Author            : _Autumn59 è nisautari94.wordpress.com

Length            : Chapter

Genre              : Alternate Universe, Dark, Mystery, Fantasy & Romance(?)

Note                : Terinspirasi dari mimpi aneh Author. Tapi, ada beberapa yang di rubah. Karena alurnya tidak jelas, biasalah. Mimpi absurd. Ahaha..

———————————————————————————————————————

 

La Foret Interdite – CONFUSE

 

-Author POV-

Suasana yang dingin, bau aneh yang menyerbak, serta asap tebal di depan gadis itu mengiringi langkah kakinya. Menyusuri hutan gelap. Keringat sudah mengucur di dahinya, lelah. Bukan hanya fisik, tapi hatinya.

Bagaimana bisa, orang yang ia sayangi, atau bahkan yang sudah sangat di cintainya itu tidak mempercayainya sedikitpun. Ketika bibirnya mengatakan semuanya dengan jujur, air mata menetes, menampilkan semua kekecewaannya. Pria itu, bahkan lebih percaya dengan gadis yang baru di kenalnya.

Gadis itu memang tahu, pria itu sudah menyiratkan ketertarikan pada gadis yang menjadi orang ketiga baginya itu. Tapi dia tak menyangka, semuanya bahkan lebih parah dari yang dia pikirkan.

Air matanya kembali menetes, dengan segera, gadis itu menyekanya, seakan bersikap tegar. Dia bahkan lupa dengan teman temannya. Teman temannya yang sudah meregang nyawa. Karena isi pikirannya sedang melayang entah kemana.

Biar kuceritaan, semuanya berawal dari sebuah acara berlibur. Gadis itu, serta teman-temannya sedang menikmati perjalanan. Sampai seseorang, gadis yang menjadi orang ketiga baginya itu. Muncul, meminta menumpang dengan wajah kasihan. Semua teman temannya mengizinkan, termasuk dirinya. Walau ada terbersit rasa curiga, dan perasaan tak enak yang menjalar di hati kecilnya.

Tapi..

Entah mengapa, beberapa saat ketika gadis itu naik, bis yang mereka tumpangi oleng. Semua cemas, takut, serta di iringi beberapa teriakan. Membuat suasana gaduh semakin menjadi jadi.

Ok, sebut saja gadis yang tersesat di hutan tadi adalah Yoo Ara. Cukup sulit untuk menceritakan jika tak mengetahui nama cast di sini bukan?

Ara, yang saat itu mempertahanakan dirinya, agar tak terjatuh seperti teman temannya yang lain,  memegang besi penyangga di dalam bis itu. Matanya bahkan masih sempat mencari orang terpenting baginya, Park Chanyeol.

Namun seketika dirinya terhenyak. Chanyeol, bahkan lebih memilih melindungi gadis yang baru di kenalnya. Kalau daya ingat Ara tak bermasalah, namanya Jiyeon.

Tangan kiri Chanyeol memeluk Jiyeon, sedang tangan kanannya melindungi kepala gadis itu. Bisa kau bayangkan, betapa sakitnya hati gadis ini –Ara-, melihat pemandangan itu. Pemandangan yang menyayat hati. Seperti kejatuhan meteor yang sudah tak tertahan oleh lapisan lapisan atmosfer karena lapisan lapisan itu sudah hilang entah kemana.

Sebuah goncangan terjadi. Bis itu melewati ujung jalan dengan cepatnya.

BRAAK~

Dengan sekejap, bis itu terjun ke jurang. Ara dengan hati yang tak bisa tergambarkan. Seakan sudah ikhlas jika kematian akan menjemputnya. Gadis itu terjatuh, tetapi kedua tangannya masih terus memegang erat besi penyangga.

Bis menghantam tanah dari beberapa meter di atas, jatuh.

Bis mulai berhenti. Dan dengan jantung yang masih berpacu, Ara membuka matanya. Melihat ke sekililing, tubuh teman temannya yang sudah tak bernyawa menyayat hati kecilnya. Namun, dirinya masih bisa berterima kasih, masih ada beberapa teman temannya yang sedikit bergerak.

Yoonjo & Baekhyun, Chanyeol, serta… gadis itu. Ara tak menemukan gadis itu, Jiyeon. Ara berbalik, mendapati pemandangan mengerikan di hadapannya.

Jiyeon, dengan mata yang berwarna merah serta kuku kukunya yang mengerikan. Menyayat dada supir bis dengan kuku kukunya yang tajam, tangannya lalu merobek kulit yang melindungi bagian organ dalam supir itu. Membuatnya semakin terbuka, menampilkan rangka, yang melindungi jantung.

Jiyeon dengan beringas, memukul rongga dada supir bis itu. Membuat suara gemeretak, tanda tulang itu sudah patah. Lalu, dengan santainya, auranya menjadi seakan bersinar. Senang seperti mendapatkan barang yang sudah lama di idamkannya selama ini, seperti, sepatu limited edition yang hanya di jual sedikit di Paris.

Gadis itu, Jiyeon. Lalu mengambil Jantung supir bis itu, meletakkannya di kedua tangannya. Lalu dengan lahap memakan gumpalan merah itu dengan giginya yang menajam. Ara seakan tak sanggup merangkai kata, memalingkan wajahnya. “Ini sangat mengerikan”, pikirnya. Tangannya bergetar, memeras ujung bajunya. Takut.

Namun, ketika memalingkan sedikit wajahnya lagi, Ara segera menutup mulutnya. Temannya, Yooyoung, Nara, Lay, serta Xiu Min. Sudah bernasib sama seperti supir bis tadi. Jantung mereka sudah tak ada. Dibalik tangannya, di gigitnya bibirnya sendiri pelan, tak ingin mengeluarkan suara. Dia tak ingin Jiyeon tahu, bahwa dirinya melihat semua kejadian itu. Dan yang lebih, dia tak ingin dimangsa, seperti teman temannya yang lain.

Udara di sekitar Ara langsung berubh, sunyi senyap. Seperti ada sesuatu yang buruk mendekat ke arahnya.

“Sudah selesai, menikmati pertunjukannya, nona?”, suara itu, Jiyeon. Tanpa sadar sudah berada di sebelahnya. Membuat jantung Ara semakin berpacu. Tubuhnya semakin bergetar.

“Ak.. aku”, Ara terbata.

“Mungkin kau juga harus segera mati seperti mereka, Ara-ssi”, Dengan wajah yang menurut Ara sangat menyeramkan, Jiyeon ingin menyerangnya.

Refleks, Ara menggenggam bandul kalung di lehernya. Batu Ruby, merah. Dan tanpa di sangka, batu itu mengeluarkan cahaya. Merah menyala, dan hal yang mengejutkan langsung terjadi, Jiyeon telah terdorong dengan sendirinya ke belakang.

Hal itu, tentu saja membuat amarah Jiyeon memuncak, “Kau!” teriak Jiyeon. “Kau bukan gadis sembarangan ternyata”, Ucap Jiyeon, lalu dia ingin menyerang Ara lagi.

Tapi suara pria itu, Chanyeol, menghentikan semuanya.

“Ji.. yeon-ssi”, Chanyeol berkata lemah.

DEG~

Lagi, suara itu menyayat hati, di saat begini pun. Chanyeol masih saja mengingat Jiyeon. Belum sampai setengah jam saja, Chanyeol sudah sangat jatuh hati terhadap gadis itu, yang ternyata adalah sesosok makhluk yang sangat mengerikan, sepengetahuan Ara.

Melihat ekspresi Ara, Jiyeon menyeringai. Sekarang, dia mengerti apa yang harus di lakukannya. Dengan sekejap, kuku dan gigi tajam serta mata merahnya sudah hilang. Sama seperti mereka pertama kali bertemu. Tangannya yang bersimbah darah, di bersihkannya dengan baju Chen yang di dekatnya.

Dengan tampang yang tak seperti di buat buat, Jiyeon mendekati Chanyeol, “Chanyeol-ssi”. Chanyeol membuka matanya, menatap sekeliling.

“Lari, Chanyeol-aa.. Lari! Kumohon..” teriak Ara, cemas.

“Apa.. yang kau maksud?”,Tanya Chanyeol, masih setengah sadar. Sambil memegang kepalanya, Chanyeol menatap Ara. Sedangkan Jiyeon, dia tengah memegang lengan Chanyeol erat.

“Dia.. Monster! Oh, tidak. Dia bahkan lebih mengerikan dari Monster”, Ara menjelaskan, tapi semburat tatapan yang tak bisa diartikan olehnya, telah ada di wajah Chanyeol.

“Kau meng ada-ada!”, teriak Chanyeol, membela Jiyeon.

“Aku tidak berbohong!”

Gadis itu, Jiyeon. Segera memasang wajah ketakutan, dan yah.. polos di depan Chanyeol, kepalanya menggeleng, matanya mulai berkaca-kaca.

“Yoo Ara! Kau keterlaluan!”, Chanyeol mulai menunjukkan amarahnya. Sedangkan Ara, tubuhnya seakan tertekan. Tak pernah Chanyeol memanggilnya dengan nama lengkapnya seperti itu. Dan artinya, pria itu sangat marah terhadapnya.

Ara dengan gemetaran, masih mencoba menjelaskan, “Tapi, Chanyeol.. Kau, lihat mayat mayat itu. Jantung mereka sudah tak ada!”,

Mendengar itu, Chanyeol mendekati Lay, dilihatnya dengan seksama. Tak ada apapun, seperti murni mati karena kecelakaan.

“Aku tak menyangka, kau sebegitu pembohongnya, Yoo Ara”, ucap Chanyeol, membuat Ara kaget. “Aku tahu kau menyukaiku, dan kau cemburu melihatku bersama Jiyeon. Tapi kau, bahkan memfitnahnya dengan hal yang tak masuk di akal! Lihat! Tak terjadi apa apa!”,

Benar, sobekan di dada mereka –mayat- sudah tak ada. Seperti menutup kembali.

“Tapi aku tak….” , “DIAM!”

Chanyeol, wajahnya merah padam mengeluarkan amarah.

Sakit, semua ini begitu sakit. Ara bahkan masih shock dengan yang di lihatnya tadi. Dan sekarang, dia bahkan dituduh sudah memfitnah gadis itu.

Dengan cepat, Ara berlari keluar dari bis. Melewati bangku yang tadi di duduki oleh Yoonjo dan Baekhyun. Tapi, tubuh mereka sudah tak ada. Ara sempat berpikir untuk berhenti. Namun hati kecilnya mengatakan tidak.

“Mungkin, Baekhyun dan Yoonjo sudah melarikan diri”, pikirnya. Kakinya terus berlari, melewati kabut. Tak berhenti walau sudah lebih dari satu jam.

Jadi, kalian sudah mengerti jalan ceritanya bukan? Itulah yang terjadi.

Langkah kaki gadis itu, terhenti. Dia lelah, kepalanya seakan berputar. Di sandarkannya dirinya di bawah pohon besar di dekatnya.

Namun, baru saja dia menutup matanya, setetes cairan mengenai wajahnya. Tangannya menyentuh cairan itu. Matanya segera membelalak. Cukup lengket dan berwarna merah. Darah.

Dengan takut, gadis itu mendongak ke atas.

Betapa terkejutnya ia, mendapati sesosok manusia, mungkin. Tergantung di atas pohon, dengan tubuh yang sudah di kuliti. Begitu menyeramkan, di rangkai kata seperti apapun. Tak akan bisa menggambarkan keadaan mayat itu. Tubuh itu, pasti baru saja mati. Kalau tidak, mana mungkin darahnya masih bercucuran?

“Tempat macam apa ini!”, pikirnya.

Dengan tergesa, Ara beranjak. Berlari menjauhi pohon itu. Namun, kakinya menyentuh sesuatu, hingga tubuhnya terjerembab. Dilihatnya benda itu, Tengkorak. Kepala manusia yang sudah kering. Tulang dahi serta ubun ubun dan baji tengkorak itu bahkan sudah mulai retak.

Membuat ketakutan gadis itu semakin menjadi jadi.

Tangannya mencoba mendorong tubuhnya untuk beranjak, namun. Sepasang kaki sudah berada di depan kepalanya, membuat tubuhnya semakin lemah. Takut.

Di dongak kannya kepalanya ke atas, gelap. Orang itu memakai jubah hitam, serta tudung kepala. Membuat hutan yang gelap, semakin menghilangkan harapan untuk melihat wajah itu.

“Welcome, to La Foret Interdite”, ucap suara itu, yang sekarang Ara tahu bahwa dia –orang itu-  adalah seorang pria.

___________a_u_t_u_m_n__________

Di tempat lain, Yoonjo dan Baekhyun. Pasangan itu saling menggenggam tangan erat. Menyusuri hutan dengan perasaan yang bercampur aduk. Antara takut, merasa bersalah, terkejut, serta beberapa yang tak bisa di gambarkan.

“Baekhyun-ssi. Aku takut terjadi apa apa terhadap Ara unnie”, gadis bernama Yoonjo itu memasang wajah bersalah.

“Aku juga, tapi kita tak mungkin sempat membawanya bersama kita. Kau lihat tadi kan, saat kita ingin membawanya, Jiyeon sudah mendekatinya. Kalau kita mencoba menyelamatkannya, kita juga pasti akan mati”, jelas Baekhyun.

“Ergh, ngomong ngomong. Sebegitu takutnya kah kau, hingga menggenggam tanganku begitu erat?”, Tanya Baekhyun sambil terkekeh, mencoba mencairkan suasana. Refleks, Yoonjo melepaskan tangannya dari tangan Baekhyun.

“YA!”, teriak Yoonjo.

LOL, mereka bahkan tak melakukan rutinitas mereka, betengkar. Karena kejadian tadi.

“Hey! Diamlah. Kau tak mau kan gadis itu, atau bahkan hewan buas lainnya mendapatkan kita, eoh?”, gertak Baekhyun.

“kau yang mulai!”, dengan wajah kesal Yoonjo menjaga jarak dengan pria itu. Namun, Baekhyun segera mendekatinya lagi. Mengambil tangan Yoonjo lalu tersenyum. Membuat bingung gadis itu.

“Ap.. apa yang kau lakukan?”, Yoonjo memandang cemas terhadap pria di depannya ini. “Diamlah”

Baekhyun dengan santainya menggenggam erat jemari gadis itu, dan hal itu sontak membuat Yoonjo ingin menarik tangannya lagi. Tapi Baekhyun tak mengiyakan -dalam artian lain-. Dia tetap menggenggam tangan gadis itu.

“Setidaknya, kita masih bersama-sama”, ucap Beakhyun, membuat Yoonjo yang tadinya berontak, Diam pasrah sambil mencerna kata kata yang di lontarkan rivalnya ini tadi.

___________a_u_t_u_m_n__________

“Tempat apa ini, Wu Fan-ssi” Tanya gadis itu, Ara. Memandang sebuah bungalow tepat di depan matanya. Wu Fan, pria berjubah hitam tadi, membawa gadis itu ke rumahnya.

“Mungkin, kau sering menyebutnya sebagai, rumah. Dan, jangan sebut aku Wu Fan. Panggil aku Kris”, jawab pria itu.

Ara hanya mengangguk sambil mengikuti Kris masuk ke dalam bungalownya. Memandang arsitektur rumah ini yang mungkin sudah sangat kuno, serta beberapa lukisan dan patung patung tua di dalamnya. Menambah kesan gothic bagi gadis itu.

“Mari kita berbicara, tentang dirimu”, ucap Kris tanpa basa basi. Membuat Ara yang baru saja duduk cukup terkejut. “Apa maksudmu?”

“Hmm.. kau, percaya takdir?”, Tanya Kris langsung. Tangannya menuangkan air berwarna merah dari sebuah teko yang sangat tua ke dalam gelas yang berkelas, cukup kontras. Mengingat barang yang sudah tua di sandingkan dengan barang mewah.

Ara diam sebentar, lalu menjawab,”tentu saja”. Jawab gadis itu mantap. Membuat senyum tipis segera terlukis di wajah pria itu. “Kalau begitu, apa kau juga percaya reinkarnasi?” Tanya Kris lagi, lalu meneguk air berwarna merah itu dengan santai. Tanpa menawarkan sedikitpun pada gadis di depannya.

“Ergh, sedikit”, Ara menjawab hampir tak terdengar.

“Kalau begitu, bagus. Yang mulia” Kris langsung berdiri, membungkukkan badannya, seperti pengawal di film film. Membuat gadis itu terkejut. Semakin bingung.

“Apa maksudmu?”, Gadis itu menatap tajam Kris.

“Kau, adalah reinkarnasi dari Choi Eun Jae, atau lebih ingin dikenal sebagai Elizabeth Kinsella”

Gadis itu masih diam, mencoba mencerna sekaligus menunggu kata kata selanjutnya dari Kris.

“Kau, adalah Keturunan terakhir dari silsilah Sang Bleu. Yang berarti, hanya kaulah satu satunya yang bisa menghentikan perang antara kaum kita, Mi-humain. Dengan kaum Monstre

Mendengar itu, Ara semakin bingung, serta takut dengan bayangan bayangan yang berkelebat di benaknya.

Kris membungkuk, menarik tangan kanannya yang tadi di sampingnya tertarik ke arah dadanya, bersikap seperti pengawal kepada tuannya.

“Yang mulia. Saya, mewakili kaum Mi-Humain di luar sana, mengucapkan terimakasih. Karena anda sudah kembali, dari tempat pelarian anda”

 

To be continue~

___________a_u_t_u_m_n__________

 

 

Chapter 1, selesai \m/

Gimana? Bagus gak?

Udah dapet gak feelnya??

Btw, thanks yang udah baca ^^ RCL nya ya, ehehe ..

Ok . Park Hye Na / Autumn / Nisa Utari *bow*

6 thoughts on “La Foret Interdite – Chapter 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s