2Park – M…

Tittle               : 2 Park – M….. (akan diketahui sesudah membaca FF ini)

 

Main Cast      :

 

          Park Hye Na (Autumn)

          Park Chanyeol

 

Other Cast     :

 

          EXO’s Byun Baekhyun (Baekhyun)

          EXP’s Lay

 

 

Author            : _Autumn59 è nisautari94.wordpress.com

 

Length            : Oneshoot, Series(?)

 

Genre              : Alternate Universe, Fluff, Comedy(?), School Life & Romance

 

 

Note                : Terinspirasi dari kesialan Author –“ cuman beberapa di rubah. Aku ambil positifnya, bisa di jadiin FF. Inti sialnya sh sama T.T astagah… aaa, lupakan. Ok, silahkan baca ‘-‘)/

 

Question         : Suatu saat, FF series ini mau ke jenjang yg lebih serius(?) Nah, soal Marga mereka yg sama. Aku mau bikinnya nanti mereka kopelan sampe nikah ‘-‘)? Tpi gimana sama Marganya? Kan denger2 Marga sama di Korea gak bisa nikah. Jadi, apa boleh peraturan itu di langgar? Di dunia nyata?

Semisal, Sandara Park & Park Jungsoo. Itu boleh nikah gak? Mohon jawab >.<

Udah 3 tahun jd kpopers, hal ini terus mengusik tanpa tahu jawaban pastinya T.T

 

———————————————————————————————————————

 

-Author POV-

Seperti anak anak kecil pada umumnya, gadis berumur 10 tahun itu menaiki ayunan di sebuah taman dekat rumahnya. Tertawa riang seorang diri. Seakan dunia hanya miliknya, mengabaikan anak anak lain disekitarnya yang bermain berkelompok bermain pasir, tembak tembakan, masak masakan, dan sebagainya.

 

Mulai lelah, gadis kecil itu berdiri. Sedikit merenggangkan otot ototnya. “Hey lihat Hye Na ! Ahahahaha”, terdengar suara nyaring dari seorang anak laki laki sambil menunjuk belakang tubuh Hye Na. Anak anak lain yang kebingungan, ikut melihat ke arah Hye Na.

 

“Ya ! Park Chanyeol ! Apa yang salah denganku?!”, Hye Na mulai kebingungan dan salah tingkah, merasa dipermalukan. Seorang yang dikenal Hye Na sebagai sahabat dari Chanyeol, Byun Baekhyun mendekatinya. Lalu membisikkan sesuatu.

 

Terdiam, kepala gadis kecil itu muai pening. Bingung apa yang harus dilakukannya. Semua yang berada di taman masih menertawakannya. Kepalanya memutar, mencari seseorang. Lay, pria yang diam diam disukainya hanya diam. Tak menolongnya, ataupun tertawa. Dia bersikap netral.

 

 

Gadis ini tak pernah mengalami hal semacam ini, dia bahkan tak tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya, begitu polos.

 

Sampai dia menyadari, tidak seharusnya dia masih berada di sini. Lari, ya, dia harus LARI. Air mata sudah mulai keluar di kedua bola matanya, memandang Chanyeol sekilas, “Kau jahat Park Chanyeol !”, setelah mengatakan itu gadis kecil itu berlari kencang. Meninggalkan taman, dan bersembunyi di belakang pohon Akasia besar di sekitar sana.

 

Chanyeol terhenyak, sementara anak anak sudah mulai meninggalkan taman. Hari sudah kian senja. “Ayo pulang”, sambil tersenyum Baekhyun menepuk pundak sahabatnya itu.

 

“Tidak, kau duluan saja”, dengan nada datar. Chanyeol meninggalkan Baekhyun yang tercengang sendiri dengan sikap sahabatnya itu.

 

Tidak lebih dari 10 menit, Chanyeol menemukan gadis kecil itu. Duduk beralaskan rumput yng mengelilingi pohon yang dijadikannya sandaran sambil menelungkupkan kepalanya ke kakinya yang dilipat, tangan gadis itu memeluk kakinya dengan erat. Samar, terdengar isak tangis gadis itu.

 

Chanyeol mendekati gadis itu dengan wajah cemas, antara meminta maaf serta khawatir. Ikut berjongkok, tangannya menyentuh tangan gadis kecil di depannya. Namun beberapa detik kemudian, Hye Na menepis tangan itu. Semakin menimbulkan semburat kecewa di wajah Chanyeol.

 

Uljima”, dengan suara pelan Chanyeol mencoba menenangkan gadis itu, tangannya mengelus rambut panjang Hye Na. Membuat gadis kecil itu mendongak. Wajahnya sembab, mengekspresikan kesedihan. Tangan kanan Chanyeol yang tadinya mengelus rambut Hyena, beralih menghapus air mata di kedua pipi Hyena. Sampai gadis itu tersadar.

 

“Kau jahat!”, Dengan satu hentakan Hye Na mendorong Chanyeol. Membuat Chanyeol yang tadinya berjongkok terhempas ke tanah. Hye Na tercengang, terkejut dengan apa yang baru saja di lakukannya.

 

Dengan takut, serta rasa bersalah Hyena mendekati Chanyeol, “Ma.. maafkan aku”. Dengan mudahnya, gadis itu menolong Chanyeol yang baru saja mempermalukannya. Dua telapak tangan kecil itu saling menarik, berniat untuk berdiri.

 

Namun, terjadi suatu kesalahan kecil di sana, sekarang malah Hyena yang ikut terjerembab ke tanah. Refleks, mereka berdua berpandangan. Hingga beberapa detik kemudian, geak tawa sudah terdengar di antara keduanya.

 

Menertawakan kebodohan masing-masing. Tertawa hingga mata keduanya berkaca kaca dan  tangan mereka memegang perut masing masing. Hingga Chanyeol berhenti, menyadari hari sudah semakin senja.

 

“Uhm, maafkan aku”, dengan tulus Chanyeol mengataknnya, memandang lekat mata hazel di depannya. Sedangkan yang ditatap hanya mengangguk kecil sambil tersenyum tipis. Membuat Chanyeol lega, mengelus dadanya sepersekian detik.

 

“Uhm, Chanyeol-aa. Memang apa yang terjadi padaku? Mengapa ada.. uhm. Itu di belakangku? Aku tidak melakukan apapun”, Hyena berkata pelan. Membuat chanyeol terhenyak, begitu plos anak ini, pikirnya.

 

“Nanti kujelaskan. Tapi, apa kau ada uang?”, Chanyeol menunjukkan isi kantongnya yang kosong. Hyena mengangguk. Seakan mengerti, gadis itu menyerahkan uang yang tersisa di kantongnya pada Chanyeol, mempercayainya.

 

Bahkan, gadis ini tidak tahu apa yang akan di lakukan Chanyeol. Tidakkah dia berpikir, bisa saja Chanyeol hanya mempermainkannya dan mengambil semua uangnya? Tapi tidak,  sekali lagi. Gadis ini begitu polos, dan terlalu mempercayai orang lain.

 

Tangan kecil itu menggenggam tangan Hyena, menariknya perlahan. Menuju suatu tempat. Hyena hanya menurut, mengikuti kemana arah Chanyeol membawanya. Sedikit was was memang, mengingat ini sudah sangat senja.

 

Beruntung, tempat yang dituju Chanyeol masih menampakkan aktifitas di sana. Sebuah Toko kecil dengan sebuah bel yang berbunyi jika akan memasuki serta mendiring pintu masuknya.

 

“Tunggu di sini”, Chanyeol meninggalkan Hyena di depan kasir bersama penjaganya, yang dikenal mereka sebagai Tuan Oh. Ayah dari teman mereka juga, Oh Sehun.

 

Tak sampai 5 menit, Chanyeol kembali. Membawa benda yang menggunakan merek tertentu dan berwarna pink di bungkusnya. Sekilas, mirip sebuah bantal kecil yang empuk. Membuat Tuan Oh tersenyum beberapa kali.

 

Tangan Chanyeol menyerahkan benda itu pada Tuan Oh, berniat membayarnya. Namun, mata imut milik Chanyeol seketika membelalak, lalu berubah menjadi tatapan kecewa. Mendengar uang yang dibawanya tak cukup.

 

“Basanya noonamu selalu menyerahkan uang pas kan? Apa yang terjadi?”, Tuan oh memandang teduh Chanyeol. Ya, biasanya Chanyeol membeli itu untuk noonanya, karena terdesak.

 

Kepala Chanyeol memutar kea rah Hyena, seakan mengerti, Tuan Oh tersenyum. “Bawalah”.

 

Lagi, Chanyeol kaget. Bagitu baik Tuan Oh, pikirnya. Dengan segera, Chanyeol membungkuk beberapa kali serta mengucapkan terimakasih berkali kali pula. Hyena yang melihat itu mengikuti Chanyeol, membungkuk beberapa kali. Lalu dengan cepat Chanyeol menarik tangan Hyena menuju rumahnya.

 

Chanyeol menyerahkan bungkusan benda yang tadi, lalu mendorong Hyena kedalam kamar kecil di kamarnya. “Chanyeol-aa, kenapa kau mengurungku disini?”, Hyena berteriak.

 

Membuat Chanyeol merutuki dirinya sendiri, Karena belum sempat menjelaskan apa apa. “Buka plastiknya, lalu pasang”. Teriak Chanyeol dari balik pintu.

 

“Aku tidak mengerti maksudmu”,

 

“Tunggu sebentar!”, Kaki Chanyeol segera berlari. Mencari noona nya, mengharap bantuan.

 

Chanyeol tersenyum, lalu mendekati Park Yura yang sedang asik menonton TV beserta cemilannya. Tangannya lalu menarik narik ujung kaos kakaknya. Mengisyaratkan untuk mengikutinya.

 

Dengan bingung, Yura masuk ke kamar kecil tempat Hyena berada. Dan beberapa detik kemudian, semua jawaban telah ada di hadapannya.

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

Dengan santai, namun menahan tawa, Park Yura keluar dari pintu itu. Lalu mencubit pipi Chanyeol dan berjalan pergi. Tak berapa lama, Hyena ikut keluar. Terlihat semburat merah di kedua pipinya. Kepalanya sedikit menunduk, malu menatap Chanyeol.

 

Didalam, Yura sudah menjelaskan secara detail apa yang terjadi serta bagaimana cara menggunakan benda itu, yang orang orang kenal dengan nama Pembalut.

 

“Uhm, Chanyeol-aa. Gomawo”, suara lembut Hyena membuat Chanyeol tersenyum.

 

Mereka masih berdiri dalam diam, sampai Hyena teringat akan sesuatu. Lalu wajahnya berubah menjadi murung. “Ada apa?”, Chanyeol menatapnya cemas.

 

“Besok, aku harus pergi. Ke tempat yang jauh”, Hyena tersenyum tipis, sedangkan Chanyeol menatapnya sendu. “Kemana?”,

 

“Kanada”, Hyena menjawab, lalu tangannya menggenggam kedua tangan Chanyeol. “Tapi kau jangan khawatir, suatu saat aku akan kembali. Dan langsung menemuimu”, Gadis itu berkata seceria mungkin. Mencoba menenangkan Chanyeol.

 

“Uhm.. sudah malam. Kau mau mengatarku tidak?”, lagi. Hyena mencoba mengubah atmosfir di sekitarnya, mencoba seceria mungkin.

 

“Mau tidak? Aku takut pulang sendiri”, lanjut gadis itu. Namun Chanyeol masih diam. “Kalau kau tak mau, yasudah”, Hyena mulai berjalan. Namun sebuah tarikan di tangannya membuatnya terhenti. “Tunggu sebentar”,

 

Chanyeol membuka lemarinya, mengambil jaket kesayangannya, llu menautkannya pada tubuh Hyena. Gadis itu, lagi lagi memancarkan warna kemerahan di kedua pipinya.

 

“Kajja”, Chanyeol menarik tangan Hyena. Melewati jalan setapak. Hanya sekitar lima rumah, mereka telah sampai di rumah gadis itu. Cukup dekat.

 

“Kau, jangan lupakan aku”, ucap Chanyeol. Mereka masih di depan pagar rumah Hyena. Gadis itu mengangguk mantap.

 

Chanyeol membuka kedua tangannya lebar. “Salam perpisahan?”, Tanya Chanyeol. Mengerti maksudnya, Hyena segera memeluk Chanyeol. Dalam diam, mereka berpelukan erat. Chanyeol mengelus rambut Hyena lembut.

 

“Hey, kau mau melakukan yang seperti di film film tidak?”, Chanyeol berkata antusias saat mereka melepas pelukan masing masing.

 

“Melakukan apa?”, Hyena bingung, mentap Chanyeol yang masih senyam senyum sendiri.

 

“Dengan cepat, tangan Chanyeol menarik lagi tubuh Hyena. Perlahan, kepalanya menunduk, mempersempit jarak antara wajahnya dan Hyena.

 

Dengan satu kecupan, Chanyeol mengecup dahi gadis itu. Membuat Hyena seakan merasa desiran darah daam tubuhnya. Mata gadis itu masih membult, kaget.

 

Melihat itu, Chanyeol kembali melanjutkan aksinya. Perlahan, Chanyeol menempelkan bibirnya ke bibir Hyena. First Kiss.

 

Hanya tempelan, tak ada lumatan atau semacamnya. Ciuman tulus antara anak manusia, mengingat usia mereka yang masih belia.

 

Tubuh dan bibir mereka masih menempel, sampai suara pagar yang hendak dibuka mengagetkan mereka. Melepaskan tubuh masing masing.

 

“Eh? Chanyeollie?”, nyonya Park terkejut melihat anaknya diantarnya oleh Chanyeol. Yang notabenenya adalah anak yang selaku Hyena semenjak kecil.

 

“Uhm, ne”, Chanyeol membungkuk. Sedangkan Hyena mendekat ke sisi eommanya. Tersenyum.

 

“Oh ya Chanyeol, besok kami sekeluarga pagi pagi sudah harus pindah. Tolong sampaikan kepada keluargamu ya. Takutnya tidak sempat”, Nyonya Park tersenyum sambil mengelus rambut Chanyeol.

 

“Ne. Dan, uhm.. Annyeonghaseyo”, Chanyeol membungkuk lalu segera pergi dengan berlari kencang meninggakan kediaman keluarga Park.

 

Nyonya Park hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan anak laki laki itu, sedangkan Hyena terus tersenyum sampai masuk ke dalam kamarnya. Besiap mengemas barang barangnya.

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

7 Years Later..

 

Chanyeol menatap ke arah jendela di sebelahnya. Menatap lapangan yang berada di bawah, mengingat kelasnya berada di tingkat kedua di gedung sekolahnya. Bel sudah berbunyi sedari tadi, namun guru yang seharusnya mengajar belum juga datang. Membuat dia hanya diam.

 

“Ya Chanyeol. Kau tahu, kelas kita kedatangan murid baru”, Baekhyun menepuk bahu sahabatnya itu. Namun Chanyeol tak bergeming. Tidak peduli. Baekhyun yang merasa diabaikan hanya mengangkat bahu.

 

Seketika, sesaat Bakehyun duduk. Kelas menjadi hening. Tatapan semuanya ke depan. Melihat sosok di samping seongsaenim. “Chanyeol, lihat! Aku rasa aku pernah gadis itu. Aku merasa pernah mengenalnya!”, Baekhyun menggoyang goyangkan badan Chanyeol.

 

Dengan malas, Chanyeol menatap kedepan. Namun, badannya langsung berdiri. Matanya membelakan. Ya, dia mengelanya. Mata hazel itu. Chanyeol sangat mengenal mata itu. Gadis yang berjani akan kembali, setelah 7 tahun. Sekarang, gadis itu menepati janjinya.

 

___________a_u_t_u_m_n__________

 

 

CUT !

To be continue?

 

Well, judul sebenarnya adalah.. eng ing eng.. Menstruation /’\

Jangan Tanya kenapa aku dapat ide ini. Sebuah “Unfortunately” yang sangat memalukan –“

Lupakan.

OK. Siahkan RCL ‘-‘)/

 

Thanks Thanks Thanks ^^

Nisa Utari / Park Hye Na / Autumn *bow*

11 thoughts on “2Park – M…

  1. Bantu jawab Thor, mian klo udah tau. Masyarakat Korea memiliki nama marganya masing-masing dan kadang-kadang mereka dapat memiliki nama marga yang sama. Hal itu dapat dijelaskan bahwa leluhur mereka sama dan mereka bisa menjadi sanak saudara walaupun tidak berhubungan keluarga sekarang. Oleh sebab itu di Korea orang yang bermarga yang sama tidak boleh menikah kecuali orang bermarga sama tapi leluhurnya berbeda-beda. Jadi gitu…

  2. loh, jadi kesialan itu adalah…
    “bocor…bocoor…” (?)
    dan saat itu ada anak laki-laki
    Eh, Oh, bener gak ?:/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s