[FF] Sex Addict – Bath Up (Chapter 3)

Tittle : Sex Addict – Bath Up (Chapter 3)

Main Cast :

– Park Han Seul (YOU / OC)
– Kim Jong In (Kai)

Other Cast :

– EXO’s Byun Baekhyun (Baekhyun)

Author : _Autumn59  nisautari94.wordpress.com

Length : Chapter

Rating : NC-17

Genre : Alternate Universe, School Life & Romance

Note : Tidak sepenuhnya NC yang terlalu membawa feel, tetapi bagi yang belum berumur 17 tahun mohon berpikir ulang. Dan maaf jika ada typo dsb.

Confirmation : Di Chapter sebelumnya, saya mengetik ‘kemeja’, seharusnya jas. Semacam rompi sekolah, mian.

———————————————————————————————————————

– Park Han Seul POV-

Sungguh, aku sangat berterimakasih. Insiden tadi, kalian tahu. Di perpustakaan. Dia hanya sekedar mempermain kanku. Dia? Tentu saja Kim Jong In.

Masih kuingat wajahnya yang tersenyum puas memandangku. Menahan tubuhku yang sudah lunglai di pelukannya. Gadis mana yang tahan diperlakukan sepertiku tadi? Ck..

Dan sekarang, aku hanya mengikuti langkahnya. Memasuki apartemennya yang kurasa cukup mewah. Bertemakan serba putih. Dan aku, menyukainya.

“Jadi, kau tinggal sendiri. Jong In-ssi?”, Aku memulai percakapan. Sambil menelusuri setiap inci dari ruangan yang kulalui.

“Oh, come on. Jangan se formal itu”, dia berdecak. Sambil melepaskan jas serta dasinya. Sedangkan aku hanya mengelus seprai kasurnya, dan duduk.

“Ok, Kai”. Aku menjawab seadanya, lalu merebahkan tubuh bagian atasku di kasurnya. Sedangkanbagian paha hingga kakiku masih bergelantung ke arah lantai.

Aku hanya menatap langit langit kamarnya, putih kosong. Dan kurasa dia sedang berjalan ke arah kamar mandi. Meninggalkanku dalam diam.

Ergh, badanku lengket. Jika saja aku di rumah, aku pasti sudah mandi dan berkeramas. Akhir akhir ini cuaca sangat panas. Di tambah jika aku melakukan ‘permainan permainan’ dengan Kai. Ugh!

Membayangkannya membuatku menggelengkan kepalaku ke kanan dan ke kiri.Tidak, ini tak boleh terus berlanjut. Aku merasakan syaraf syarafku sudah mulai putus. Pikiran kotor selalui menghantuiku, dan aku cukup tak suka dengan ini. Otakku mulai terpengaruh oleh Kai.

“Han Seul-aa”, kudengar Kai meneriakkan namaku. Dan perasaanku mulai tak enak. Aku tahu ini menjurus kemana. Dan yang menjadi pikiranku adalah, bisakah aku menolaknya?

Kulangkahkan kakiku ke depan kamar mandinya,”A-ada apa?”. Sialan, suaraku terdengar sangat gugup.

“Masuk”, lagi lagi, nada memerintah itu terdengar. Otakku menolak, namun tubuhku tak bisa ber kompromi. Tanganku membuka knop pintu dengan perlahan.

Kurasakan jantungku sedikit berpacu, anggota tubuhku hanya diam. Aku ingin memalingkan wajahku, atau sekedar menutup mataku. Namun tak bisa. Kerja syarafku terhenti.

Kulit coklat Tan Skin, dada yang bidang, rambut yang acak acakan terlihat basah, dan ugh! Entah apa lagi. Aku hanya meneguk salivaku perlahan. Apalagi dengan posisinya yang seperti itu.

Punggungnya bersandar di ujung Bath Up, tangannya memegang batas Bath Up, dan kakinya.. terlihat seperti mengangkang, atau hanya perasaanku saja? Seperti ibu ibu yang ingin melahirkan. Hey, kenapa aku berpikir menuju ibu ibu melahirkan? Lmao.

“Buka pakaianmu”, nadanya datar, dan aku hanya bisa membelalakkan mataku.

“Kubilang, buka pakaianmu. Han Seul-aa”. Dia mengulangi kalimatnya. Dan aku sudah mengerti apa maksudnya. Perlahan, kakiku melangkah mundur. Namun yang kutakutkan terjadi.

Dia keluar bath up, mendatangiku, dengan keadaan polos! Oh GOD.. tubuhku bergetar, langkahku seperti slow motion.

Tangannya menarik tubuhku, menempelkan bibirnya dan melumat dengan perlahan bibirku yang tadinya bergetar. Beberapa tetes air dari rambut basahnya mengenai wajahku. Dan hell, kurasakan perlahan dia melepaskan satu persatu kain yang menutupi tubuhku.

Sungguh, lumatannya selalu membuatku terbuai. Sayup sayup bahkan kudengar decakan dari kami berdua. Lidahnya meng ekspos setiap sudut rongga mulutku. Dan tepat saat dia memagutkan lidahnya dengan milikku, kurasakan tali bra ku terjatuh di bawah kakiku. Tak lama, menyusul CD merah mudaku.

Oh, GOD..

Dia sekarang membawaku ke dalam Bath Up, dan dia kembali ke posisi awal. Sedangkan aku duduk di antara kakinya yang terbuka.

“Lakukan”, satu kata yang membuatku memandangnya diam, menatap matanya.

“You know what I mean, Park Han Seul. Aku tahu kau tidak sepolos itu”, Kai memutar bola matanya.

“Kau tahu kurasa ini sedikit..”

“Jika kau tak melakukannya, tak akan kubiarkan kau keluar dari apartementku dengan selamat”. Jong In langsung memotong kata kataku. Dan aku mengerti apa arti kata ‘selamat’ tadi baginya. Keperawananku, caraku berjalan, dan ugh.. kau tahu maksudku? Tidak? Pikirkanlah lagi.

Dengan lambat, kumasukkan kepalaku ke dalam air, menahan nafas serta menutup mataku rapat. Tak mungkin aku membuka mataku dengan keadaan air berbusa seperti ini kan?

Jariku bergetar, ketika memegang juniornya. Kurasa, benda ini sudah membesar dan terkesan kaku atau apa, aku tak mengerti. Keras? Oh, aku bahkan bingung bagaimana menjelaskannya. Berdiri? Mungkin itu kata yang tepat.

Dengan perlahan, jemariku mulai memijit juniornya. Dan tentu saja, jantungku berdetak cepat. Detakannya bahkan seakan mengalir di seluruh tubuhku, dan terdapat dua pusat detakan. Di bagian bawahku, entah itu rahim atau vagina. Aku tak tahu, dan tentu saja dadaku, jantung.

Aku bahkan bisa merasakan urat urat yang mulai menegang di juniornya. Ergh, nafasku sudah habis. Aku tak tahan. Ini terlalu lama.

Dengan cepat, kuangkat kepalaku dari air, melepaskan tanganku dari juniornya lalu mengusap wajahku. Membersihkan sisa sisa air serta sabun yang melekat di wajahku.

Wajah Jong In menengadah ke atas, membiarkan lehernya bersandar di ujung Bath Up. Dan sedetik kemudian, dia memandangku. Membuatku menatap ke bawah.

“Hanya itu? Hey, aku tahu kau bisa melakukannya lebih baik dari itu”, dia berkomentar, wajahnya datar. Apakah dia sehebat ini? Tak terangsang atau sedikitpun menyukai apa yang telah kulakukan?

“Aku.. Aku tak bisa, Kai. Kau tahu, ini adalah kali…”

“Kali pertama mu, begitu?”, dia memotong ucapanku lagi. Membuatku semakin takut memandangnya.

Kurasakan air yang meneggelamkan sebagian tubuh kami bergerak. Tubuhnya merengkuhku. Kurasakan juniornya menyentuh perutku, bahkan hampir ke bagian bawah organ vitalku. Tangannya yang tadinya memeluk tubuhku, sekarang memegang rahang wajahku.

Tubuhnya semakin menempel ke tubuhku, sampai kedua buah dadaku menyentuh dada bidangnya. Tuhan, tatapannya. Tatapannya melembut. Membuatku terenyuh.

“Kubilang, Lakukan.. Park Han Seul”, suaranya membuatku terhipnotis. Aku bahkan tidak sadar kalau kepalaku sudah mengangguk mengiyakan.

Tangannya menyelipkan rambutku ke belakang telinga,“Good girl”.

Lalu dia kembali ke posisi semula. Bagaimana ini, haruskah aku melakukannya?

Huft, tidak ada cara lain. Kalau aku tak melakukannya, aku yakin diriku tidak akan selamat keluar dari sini. Bahkan mungkin, dia sudah berencana untuk memperkosaku. Bukan hal yang mustahil, benar?

Kutarik nafasku dalam dalam. Lalu menenggelamkan kepala serta hampir seluruh tubuhku menghadap selangkangannya. Tanganku mencari cari juniornya.

Dan ketika menemukannya, langsung kudekatkan ujung juniornya ke mulutku. Memasukkannya perlahan.

Dengan hati hati, aku mengulum juniornya. Tanganku sambil memijit dan sesekali memaju mundurkan adik kecilnya.

Tidak buruk, itu yang kupikirkan.

Aku melakukannya sampai oksigen di dalam paru paruku habis. Lalu aku kembali keluar dari dalam air. Menatapnya seakan meminta komentar.

Dan kulihat dia tersenyum, senyum tipis yang membuatku sedikit senang. Oh, aku merasa seperti seorang gadis kecil yang baru saja menyelesaikan tugas dari sang ayah.

“sudah cukup. Setidaknya kau bisa melakukan dasar dasarnya”, dia mendekat. Menempelkan tubuh kami lagi.

Bibirnya menempel di keningku. Mengecupnya lama. Aku bahkan terkejut Jong In akan melakukan ini terhadapku. Jujur, aku bahagia.

“Sekarang, ayo bersihkan diri kita. Dan aku akan langsung mengantarmu pulang”. Lagi, dia mengucapkan kalimat kalimat itu dengan tersenyum. Membuat asumsiku bertambah, apakah dia mulai menyukaiku?

___________a_u_t_u_m_n__________

Dan benar saja, Kai memang mengantarku sampai ke rumah. Kukira tadinya dia akan berbohong, lalu menerkamku di ranjang apartementnya.

Tapi ada yang aneh, dan aku baru menyadarinya ketika Kai mengantarku ke depan pintu. Mobil. Kemana mobil keluargaku? Bukankah orang tuaku sangat jarang pergi dan tidak memberitahuku?

Belum selesai aku berpikir soal mobil, pintu rumahku terbuka. Menampakkan sosok yang begitu kukenal.

Baekhyun? Ada apa di dalam rumahku?

Kulihat mata Baekhyun menatap kami berdua, sedikit terkejut. Sama sepertiku.

“Baekhyun? Kenapa kau bisa..”

“Orang Tuamu tiba tiba harus pergi ke Jepang. Sesuatu terjadi dengan Nenekmu. Mereka bilang, ponselmu tidak bisa dihubungi. Dan aku di suruh untuk menjagamu beberapa hari”. Raut wajah Baekhyun mulai berubah, terkesan dingin. Hanya perasaanku, atau dia terlihat sangat tidak suka dengan keberadaan Kai?

“Ponselku lowbatt, Baek”. Jawabku seadanya, karena memang itu yang telah terjadi.

“Tak apa. Aku mengerti. Tapi bisakah kau masuk sekarang? Ini sudah sangat malam. Aku takut kau sakit”. Dia berkata itu sambil sesekali menatap Kai.

“Kai, kalau begitu, aku masuk dulu”. Aku memandangnya tidak nyaman. Dia hanya tersenyum tipis lalu mengacak rambutku lembut.

“Ok, good night..”.

Dan kulihat sekilas dia tersenyum tidak suka terhadap Baekhyun. Well, atmosfire di sini menjadi sangat tidak nyaman.

Tak mau berlama lama, aku melangkahkan kakiku masuk. Menutup pintu rumah sambil diiringi sedikit senyuman kepada Kai.

Pintu tertutup, dan aku langsung berbalik. Menatap Baekhyun tidak suka.

“Baek! Kenapa kau seperti itu terhadap Kai?”, nada suaraku terdengar sangat bersahabat.

Kedua tangan Baekhyun memegang kedua ujung bahuku. Wajah serta matanya menatapku dalam.

“Dengar, Park Han Seul. Kai bukanlah orang baik baik. Kau tidak boleh bersamanya”. Ucapannya terdengar sangat mengintimidasiku.

“Tapi Baek, aku mencintainya”

Baekhyun memutar bola matanya,”kau mungkin mencintainya. Tapi dia? Apakah kau yakin dia juga seperti itu?”.

Jawaban Baekhyun sedikit membuatku tertohok. Benar, apa mungkin dia juga mencintaiku? Sampai sekarang, tidak pernah kudengar Kai berpacaran dengan serius. Dia bahkan memacari semua wanita hanya karena menginginkan tubuh mereka. Tak lebih.

“Tapi kurasa, dia mulai menyukaiku..”. Ucapanku hampir tak terdengar, terlebih aku sekarang menunduk. Aku tak sanggup menatapnya.

“Demi Tuhan, Han Seul. Aku peduli terhadapmu. Menjauh darinya, mengerti?”. Suara Baekhyun melembut. Tangannya merengkuh tubuhku ke dalam dekapannya. Dan dapat kurasakan tangannya mengelus lembut rambutku.

“Baek, aku tak dapat menjanjikan itu. Kau tahu, dia bahkan datang di saat saat yang tidak terduga. Aku tak bisa lari darinya”

Baekhyun melepaskan tangan yang berada di kepalaku. Wajahnya menatapku lembut, “Kalau begitu, kau harus terus bersamaku”.

Tulus, itu yang kurasakan dari ucapannya, dan aku tak ada pilihan lain selain mengangguk. Membuatnya melukiskan sebuah senyuman di wajahnya.

Bingung, itu yang kurasakan sekarang. Di satu sisi, aku mencintai Kai. Namun di sisi lain, Ucapan Baekhyun memang benar adanya.

Tuhan, tolong bantu aku memilih jalan yang harus kulalui..

___________a_u_t_u_m_n__________

TBC~

Huft, mohon rclya ^^
Soalnya part ini, ngerjainnya di sela sela belajar buat UTS dan sedikit flu, sangat membutuhkan perjuangan ..
OK, thanks..

Nisa Utari, Park Hye Na, Autumn /bow/

51 thoughts on “[FF] Sex Addict – Bath Up (Chapter 3)

  1. Aku juga bingung sebener’a kai suka ngga sama han seul, ku harap iya. Tapi kai memang terlihat bkn pria baik-baik sih..

    Eiiiits.. Kyak’a baekhyuk suka sama hanseul nih…

  2. Sebenernya bingung awalnya han seul sama kai bisa kayak gitu tuh gara2 apa…
    Tapi feeling aku bilang ini ff pasti seru!
    Lanjutttttt~

  3. kai.. untung anak orang di pulangin baik2 huahahaha😀
    kayak2 nya baekhyun suka han seul disini.. hohoho.. tapi ku mau nya kai jadian sama hanseul aja..thor..

  4. astaga jongin kayanya suka ya sama hanseul? biasanya sih kalo cowo nyium kening si cewe tandanya dia beneran sayang #katanya ehehe. dan momen kai sama hanseul disini bener bener nggak biasa. gila. dan lebih gilanya kai kenapa masih selo ajasihh dengan posisi kaya begitu? hahaha abaikan sayaa. yaudah lanjut yaa ini bacanya^^

  5. Okee ini dah bagus sih cuma kurang panjang kalo menurut gue :v #plakk
    Gezz kai baddas banget :3
    kirain mau ‘ngapain’ di bathup :v
    Gila.. Mpe speechless sendiri gue ngbayangin kai :v
    good job authornim~

  6. Dan setelah toilet kemudian perpustakaan sekarang bath up -,-
    Duh jongen butuh golok *asah golok*
    Eee hanseul-a kau jangan mau sama si cabe, lu sama jongen aja :’v harus mau pokonya!
    Pokonya hanseul jangan sama cabe tanda seru! *maksa*
    Lu uda cocok deh sama temseknu, dia pan baek/? okeh sekian ceramahnya~

  7. Annyeong thor. Mian ne aku tdk coment d part 2 nya soal.a aku tdk dpt t4 comet.a pdhl dah cri2 tp hanya smpe dicoment.a reader spa lg nama.a aku ingat spa nama.a jd.a ngak bs coment dan lgsng coment dsni aja dhe.
    Aku coment di part 2 dan skalian part 3 yah thor. Ngak apa2kan?

    Di part 2 nya makin seru. Awal.a aku pikir yang sms.a han seul i2 Kai ternyata Baengkhyun. Kaget jg pas diminta bertemu di club. Tp stlh th ternyata yg ngajak i2 Sehun toch. Eh apa penasaran Sehun bs berteman dgn.a cerita.a gmna thor? #kepo
    wahh Baek baik bgt dy ngejaga Seul. Gundae aku lbh suka ma Kai thor. Ngak tahu kenapa.
    Waduh ternyata ada Kai yah dstu jg. Aigo..

    Di part 3 nya semakin seru..
    Aku tahu sekarang kenapa aku lbh suka Saeul sama Kai. Meskipun Kai yadong bingits tp stdk.a dy namja yang bertanggungjawab dan nepati janji.a dy jg bs menahan diri untuk tidak melakukan lbh pada.a pdhl kalau dipikir2 khan ngak mungkin ada namja yg bs menahan diri.a dgn kondisi seperti mrk di kamar mandi. Kasih jempol u/ Kai.🙂
    waduhh aku penasaran apa Kai mencintai Saeul jg yah? ? Dy koq tiba2 jd namja yg selembut dan seromantis gtu yah? Kesambet apa tuh Kai? Atau mang dy seperti i2 asli.a ? ?

    Aku mau bca part 5 nya tp ternyata di pw.😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s