My Short Story

Awalnya, cerpen ini buat lomba .

Tapi gk jadi ikut …

ok . mungkin cerpen ini rada membosankan ..

i just post it, if you guys don’t wanna read . no problem🙂

—————————

Tema : Cinta Tanah Air – Cinta Lingkungan

 

Tiga Hari di Kalimantan Selatan

 

 

 

Oleh : Nisa Utari

Pengenalan Tokoh

 

Cecil           : Gadis yang tidak sabaran, Tidak suka kotor, sahabat Anita dan Fatir

 

Anita                    : Gadis yang gila K-POP, Selalu update dengan Twitter dan Online , Sahabat Cecil dan Fatir

 

Fatir            : Seorang yang bertanggung jawab, selalu patuh terhadap apa yang diperintahkan padanya, sahabat Cecil dan Anita

 

Tomy          : Suka dengan fotografi

 

Devy           : Gadis yang suka pelajaran Bahasa Inggris

 

Frans          : Anak yang tipe Stay Cool, selalu membawa Mp3 player dan tidak mau melepaskannya walau hanya sebentar .

 

Ibu Vela      : Wali kelas VIIIA dan berasal dari Kal-Sel

SMP Nusa Bangsa ,Sekolah di Bandung itu mengadakan sebuah project. Saat siswa siswi kelas 9 ujian ,dengan membagi beberapa kelompok di setiap kelas .Kelas 8A, mendapat project berlibur sambil mencintai alam .Di kelas itu, dibagi 4 kelompok .

Setelah pembagian kelompok, setiap ketua kelompok harus mengambil kertas yang ada di meja guru .Fatir, selaku ketua kelompok 4 bersama 3 ketua kelompok lain mengambil salah satu kertas . Dia lalu membawa kertas itu kepada teman kelompoknya .”kita akan kemana??” Tanya seorang gadis antusias.”Sabar, Cecil .Aku saja belum membukanya” jawab Fatir .”Ne!!” jawab Anita juga. Ah, ya .Anita ,Sahabat Cecil yang tergila-gila dengan K-POP .Sedangkan Cecil, adalah seorang gadis yang tidak sabaran .Lalu Fatir, Sahabat mereka berdua .

Seketika, kelas yang tadinya diam, terdengar riuh dengan teriakan senang ataupun kesal oleh siswa siswi .

“Cepat, dibuka saja” kata Tomy .”Iya, iya ..” Fatir lalu membuka kertas itu .Mereka semua terbelalak .”Mwoya??!” pekik Anita .”Oh my gof ..” keluh Devy .Dan Cecil langsung menutup mulutnya dengan tangan kanannya .Frans, hanya diam seperti biasa, Stay Cool .Sedangkan Faris dan Tomy langsung berpandangan .

“KALIMANTAN SELATAN??!” Pekik mereka semua, lalu berlari ke arah meja guru bersamaan .”Bu, apa tak salah??! Ibu menginginkan kami ke Kal-sel??!” Tanya Cecil .Ibu Vela hanya mengagguk .”Bu, setahu saya .Di Kal-Sel tidak ada hal yang menarik” kata Devy .

”aigoo .. apa ibu melakukan ini karena ibu orang Kal-Sel??” Anita melanjutkan .”Ya, ibu memang orang Kal-Sel” .Sontak mereka ber-enam membelalakkan mata ,tak percaya .Terlebih Anita yang tadinya hanya bertanya asal .

“Sudah, sekarang lebih baik kalian mencari tempat yang ingin kalian kunjungi di daerah Kal-Sel” Ibu Vela lalu berdiri .”Pikirkan 3 tempat, dan cari guru yang tepat untuk mendampingi kalian .See ya” kata ibu Vela dan meninggalkan kelas .

Ke-enam siswa itu lalu berpandangan .

***

“Ini !! Bagaimana kalau kita ke sana??” Tomy tiba tiba memekik, lalu menyerahkan selembar kertas kepada ke-5 temannya itu .Dengan wajah malas, mereka membacanya .

Daftar :

  1. Pulau Kembang
  2. Loksado

“Hey, kenapa perasaanku jadi .. tak enak ya?” kata Cecil .Yang lain lalu menangguk kecuali Tomy yang tersenyum dan Frans yang dengan wajah datarnya.”Haish .. terserahlah” kata Fatir .

“Hmm .Guru pendampingnya ,bagaimana kalau Ibu Vela ?? Ibu kan orang Kal-Sel”pekik Anita tiba tiba .Semua berpandangan, lalu langsung mengangguk .

***

Hari Pertama

Ke- enam siswa siswi itu tiba di bandara Syamsudin Noor .Terlihat mata mereka masih sulit dibuka .Tentu saja, karena ini baru jam 03.40 pagi .Mereka ingin melihat Pasar Terapung dulu, baru melanjutkan ke Pulau Kembang .

Ibu Vela lalu memanggil 2 taksi, meminta agar diantarkan ke Sungai Barito .Ibu Vela, Cecil, Anita dan Devy ada di taksi pertama .Sedangkan Frans, Fatir, dan Tomy ada di taksi kedua . Tak sampai 1 jam, mereka sudah sampai di sungai Barito .

“Wahh, pasar terapung !!” pekik Tomy ,lalu mengeluarkan kameranya .Memotret suasana di sungai barito, beserta para pedagang di sana .”Bagaimana kalau kita naik jukung? Mengelilingi pasar terapung?” tawar ibu Vela .”Jukung itu, apa?” Tanya Devy .”Haissh, jukung itu sejenis kapal .Memangnya kau tidak membaca di internet sebelum kemari?” kata Anita . “Hey, aku tidak sepertimu .Ratu Online …” sindir Devy ,sedangkan Anita hanya mendengus kesal .”Sudah sudah ..” Fatir menengahi .

Mereka ber-enam beserta ibu Vela lalu menuju sebuah jukung .Terlihat ibu Vela yang menemui si pemilik jukung, meminta di antarkan berkeliling .Setelah sepakat, ibu Vela lalu menyuruh anak-anak masuk .”Cecil hati hati ..” tegur ibu Vela .Cecil yang masih mengantuk hanya mengagguk .

“Bu, itu pisang??!” pekik Frans, lalu melepaskan headphone di telinganya dan mengalungkannya di lehernya .Semua menatapnya tak percaya .Frans jarang sekali bicara, dan sekarang mereka tahu, bahwa Frans .. adalah maniak Pisang .”Bu, aku mau membelinya” . Ibu Vela tersenyum, lalu si pemilik jukung mendekatkan jukung mereka ke jukung si penjual .Frans lalu mengambi uang di kantongnya, membayarkan seikat pisang .

“Hmm, kalian mau??” Tanya Frans menawarkan, yang lain hanya menggeleng sambil menatap Frans yang dengan lahapnya memakan pisang pisang itu .Mereka lalu melanjutkan perjalanan .Jam sudah menunjukkan pukul 06.15 .”Ada yang lapar? Bagaimana kalau sarapan?” Tanya ibu Vela ,anak-anak itu mengagguk.

Mereka menaiki warung jukung .Ibu Vela memesankan mereka Soto Banjar dan Kue Bingka .Makanan khas Kalimantan Selatan .”Lumayan ..” kata Cecil .”Ya, apalagi kue Bingka nya” lanjut Tomy .

Selesai makan, mereka lalu melanjutkan untuk pergi ke Pulau Kembang .Sesampainya disana, Mereka langsung terkejut .Sedangkan Ibu Vela hanya mengulum senyum .”Ibu, bukannya kita mau ke Pulau Kembang?? Mana bunganya .Kenapa malah nyasar di .. pulau monyet??!” Ucap Devy ,yang lain mengagguk .”Ini memang pulau kembang” kata ibu devi, lalu mengeluarkan selembar kertas .Menyuruh mereka membacanya .

PULAU KEMBANG : Sebelum ke sana, sebaiknya barang-barang yang kecil dimasukkan ke dalam tas atau dipegang erat .Siapkan makanan kecil untuk monyet monyet di sana .Mereka sangat agresif  .. bisa jadi Karena kelaparan .Jika takut, jangan bersandar atau mendekat ke dermaga .Karena bakal hysteria melihat monyet yang sangat agresif yang naik ke jukung .Cukup melihat dari jauh .Konon, pulau kembang merupakan delta dari sungai barito yang hanya berupa tanah biasa dan lama berkembang terus .Dengan semakin banyak tanahnya dan kemudian ditumbuhi tumbuhan sehingga terus berkembang hingga di juluki pulau kembang .Ditengah tengah pulau katanya ada juga rajanya dengan tubuh lebih besar .Didaerah pulau kembang ini terdapat tempat pemujaan bagi etnis Tionghoa .Dimana ada berupa tempat pemujaan disertai replika monyet putih Hanoman .

Setelah membaca semuanya, mereka semua lalu berpandangan .”Kalian sendiri kan yang ingin kemari?” Ibu Vela mengingatkan .Seketika mereka langsung memandang Tomy tajam .”Tomy~ !!!!” pekik mereka semua .”Maaf, aku hanya melihat judulnya .Tak membaca isi artikelnya .. hehe” Tomy hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu .

Dengan langkah terpaksa, mereka semua mengelilingi pulau itu .Bahkan, Frans yang memakan pisang harus berbagi dengan monyet monyet kecil itu .Sambil berjalan, mereka harus mengumpulkan setidaknya 25 sampah atas perintah ibu Vela .Memang itu tujuan mereka kemari kan? Berlibur, sekaligus menjaga lingkungan .Juga mencintai tanah air, karena biasanya saat liburan, mereka lebih sering ke luar negeri .

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 10.15 siang .Mereka lalu kembali naik ke jukung untuk kembali ke banjarmasin.Tomy, lalu melihat foto-foto di kameranya .Ada wajah Devy yang berteriak, Frans yang sedang berebut pisang dengan monyet, dan mereka semua .

***

Setelah sampai ,mereka melanjutkan perjalanan ke Martapura. Sebelumnya, Ibu Vela sudah menyewa sebuah mobil untuk 2 hari kedepan .Mereka lalu singgah di pasar .Ibu Vela mengajak mereka melihat pernak pernik dari Intan, hasil kekayaan alam di daerah ini .”Hey, kalian tahu .Kudengar, Intan dari Martapura ini adalah yang terbaik di dunia .Hanya saja, perajin di sini kurang bisa memolesnya agar sebagus luar negeri .Sehingga, orang luar lah yang bisa mengubahnya jadi lebih indah, dan dijual dengan harga lebih tinggi” jelas Fatir .”Oh, ya??” Cecil tampak tak percaya .

Mereka lalu melanjutkan berkeliling, membeli pernak pernik .Bahkan Tomy, membeli kain sasirangan .Katanya, dia suka coraknya .Walaupun tak secantik Batik .

Jam makan siang pun tiba, Ibu Vela kembali mengajak anak-anak untuk makan di “Bakso Batuah” .Bakso yang lumayan terkenal di daerah sini .

Selesai makan, mereka melanjutkan perjalanan menuju Rantau .Karena mereka akan menginap disana terlebih dahulu, sebelum melanjutkan ke Loksado .

***

Hari Kedua

“Naik .. naik ,kepuncak gunung …” mereka semua bernyanyi di dalam mobil, kecuali Frans yang selalu diam dan Anita yang tetap update dengan twitternya .”Aigoo !! Ini kenapa??” pekik Anita tiba tiba .Semua menatapnya yang lagi menggoncang goncangkan handphonenya .”Why??” Tanya Devy .”Sinyal!! Kenapa tak ada??!” jawab Anita .Fatir dan Cecil menepuk dahi mereka .”Hh, kukira apa” kata Tomy .Mereka lalu melanjutkan menyanyi, sedangkan Anita memasang wajah cemberut sambil memasang headset nya ,mendengarkan lagu K-POP .

Jika dihitung hitung, waktu perjalanan menuju Loksado, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan ini memakan waktu 6 jam dari kota Banjarmasin .Cecil, ketika sampai langsung berdecak kesal .”Astagah, kita dipedalaman !!! Aishh ..” keluhnya .Cecil biasanya liburan ke luar negeri,tapi sekarang? Ke pedalaman Kalimantan dan ditengah suku Dayak .

“Cecil ..” tegur Ibu Vela .”Kalian, tunggu di sini” lanjutnya .Tomy langsung memotret hutan pedalam Kalimantan ini .”Wahh ,lihat !!” Fatir lalu menunjuk seseorang .”Wah, ada bule !!’ pekik Devy .Sedangkan Frans hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman temannya itu .”Ternyata kita beruntung, datang ke sini !!” kata Anita .”Dan ternyata orang luar malah suka ke sini .Tapi kita?? Seharusnya kita lebih memperhatikan kekayaan alam kita. Daripada buang buang uang ke luar negeri” lanjut Devy .”Cinta Tanah Air !!!” pekik Anita .

Ibu Vela lalu kembali, setelah membayar uang Rp.200.000 per-lanting bambu untuk sekali perjalanan dengan bamboo rafting .Dengan harga itu, mereka sudah bisa mengarungi Sungai Amandit selama 2 jam .Dan Tomy, yang suka fotografer, bisa dengan puas berburu foto di sini .

Setelah bersiap siap, Mereka semua menaiki bambu, memulai petualangan mereka di atas sungai amandit. Karena setiap bambu maksimal dinaiki 3-4 orang termasuk joki, mereka dibagi dua kelompok .Devy, Cecil, dan Tomy dibambu pertama .Fatir, Frans, dan Anita dibambu kedua. Sedangkan Ibu Vela di bamboo ketiga .Mereka semua lalu menjaga keseimbangan dengan sangat.

Setelah dua jam, mereka kembali .Ada yang pakaian nya basah, menepuk nepuk dadanya, dll .”Hh, benar benar menegangkan !!” kata Fatir .”Nde !!” jawab Anita .”Tapi asik ..” lanjut Frans .Mereka semua lalu tertawa .

***

Hari Ketiga

            Kemarin, setelah bermain bamboo rafting, mereka sempat melihat keseharian suku Dayak . Kebudayaan di pedalaman Kalimantan Selatan yang tak pernah mereka tahu sebelumnya . kalau diingat, kemarin mereka beruntung .Karena sempat melihat pesta adat bernama Aruh Ganal .Yaitu sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen tahun mereka, yang dilangsungkan sesuai kepercayaan mereka dalam agama Kaharingan .

Tapi hari ini, mereka sudah harus meninggalkan Kalimantan Selatan .Waktu mereka’kan hanya 3 hari .Namun, saat perjalanan pulang mereka masih sempat berendam di pemandian air panas Muara Tanuhi .

Sambil berendam, mereka berbincang bincang sebentar .”Kalian tahu apa yang kupikirkan sekarang?” tany Fatir .”Seriously, Fatir .I know that ..” jawab Devy kemudian tersenyum .”Ya, kami juga tahu ..” lanjut Cecil .”Kalau begitu, bagaimana kalau kita mengetik laporan hasil project liburan kita di mobil??” usul Tomy .Semuanya mengagguk .

 

***

Di Sekolah, kelas VIIIA ..

Fatir ,selaku ketua kelompok ke-4 maju kedepan untuk membacakan hasil laporan mereka .Di akhir laporannya di berkata “…Sekarang, kami para anggota kelompok 4 sudah memahami nilai positif dari project liburan kami .Yaitu, kita sebagai warga Indonesia harus Cinta Tanah Air kita sendiri .Dan, Cinta lingkungan .Kalian tahu kenapa? Coba kalian pikirkan .Bangsa lain saja, bisa sangat menyukai Negara kita ,Kekayaan alam kita .Tapi kita? Liburan saja ingin keluar negeri .Seharusnya kita bisa Mencintai Tanah Air kita sendiri . Dan, sebagai perwujudan rasa cinta kita ,sudah sepatutnya kita mencintai lingkungan kita juga .Agar tetap asri dan hijau .Sekian, dan terimakasih”

Semua siswa dan sisiwi yang berada di kelas langsung memberikan tepuk tangan .Fatir membalas senyum teman teman sekelompoknya .Lalu berpaling dan saling membalas senyum dengan Ibu Vela .

 

SELESAI

 

———————–

Well, membosankan . memang tak berbakat dalam membuat cerpen tanpa ada unsur cinta ‘-‘)?

Hambar ._.v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s